Army soldiers take their positions in front of protesters who are against Egyptian President Mohamed Mursi, near the Republican Guard headquarters in CairoKairo, LiputanIslam.com – Militer Mesir Selasa (14/4) menepis kabar yang di media massa maupun jejaring sosial mengenai adanya tentara Mesir yang tewas atau terluka sepanjang peristiwa operasi militer bersandi “Asifah al-Hazm” (Decisive Storm/Badai Mematikan) yang dilancarkan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman sejak 26 Maret lalu.

Juru bicara militer Mesir Mohamed Samir juga menepis kabar bahwa angkatan darat negara ini akan terlibat dalam serangan darat ke Yaman. Dia mengatakan bahwa Mesir hanya akan melibatkan angkatan darat dan udaranya dalam operasi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Karena itu, lanjutnya, angkatan darat Mesir sampai sekarang tidak ada yang terlibat dalam operasi Badai Mematikan.

“Sudah pernah diumumkan melalui statemen kepresidenan tanggal 26/3/2015 bahwa keterlibatan Angkatan Bersenjata Mesir hanya terbatas pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara saja dalam koalisi yang terdiri atas negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan sejumlah negara Arab dan Islam saja untuk operasi Badai Mematikan,” ujarnya.

Situs berita Yaman al-An Selasa (14/4) mengutip laporan Kantor berita Yaman, YNA, bahwa berdasarkan pernyataan petinggi Ansarullah (Houthi), Mohammad al-Bukhaiti, di halaman Facebooknya, sebanyak 40 tentara Mesir telah masuk ke kawasan pantai Dufas yang terletak di lokasi antara Shuqrah dan Aden di provinsi Abyan.

Disebutkan bahwa puluhan tentara Mesir itu datang dengan menggunakan empat unit perahu yang masing-masing unit mengangkut 10 personil. Namun, begitu mendarat mereka segera disergap oleh tentara Yaman dan milisi Houthi. Akibatnya, sebagian tentara Mesir itu tewas, dan sebagian lain luka dan ditawan.

Seperti diketahui, Saudi dan negara-negara sekutunya, termasuk Mesir, melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu sampai sekarang dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Yaman yang “sah” dan terguling oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh kelompok Houthi. Juru bicara angkatan bersenjata Yaman Kolonel Ghalib Luqman menyatakan jumlah korban tewas sudah mencapai 2,571 orang, sedangkan korban luka 3,897 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL