abdillah onim 1

Klarifikasi dari dr Joserizal

LiputanIslam.com — Bagi masyarakat yang terbiasa mengikuti isu Palestina, tentunya nama Abdillah Onim cukup familiar. Sebagai warga Indonesia yang turut berjuang di Jalur Gaza, keberadaannya mendapatkan tempat tersendiri, apalagi pada tahun 2011, ia menikahi seorang Muslimah di Gaza, dan melahirkan seorang bayi yang sangat lucu.

Nama Abdillah Onim kembali menjadi perbincangan hangat manakala situs-situs Takfiri di Indonesia mengunggah foto hasil jepretannya dengan angl eyang berbeda, untuk mendeskreditkan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang menyelenggarakan pawai kemenangan di Gaza (kasus penyesatan informasinya bisa dibaca di sini).

Akibat masifnya penyebaran kasus diatas, dr Jozerizal Jurnalis, Direktur MER-C turut memberikan klarifikasi, dengan mengunggah sebuah foto yang diambil oleh relawan MER-C langsung.

“Foto yg di atas diambil 30 menit yang lalu oleh relawan MER-C di Gaza. Lihat spanduknya masih ada begitu juga ukuran pohonnya. Apakah foto yang di bawahnya adalah palsu atau lama? Janganlah pakai tipu-tipu untuk mengelabui masyarakat Indonesia,” demikian keterangan pada foto yang diunggah di akun facebook-nya.

Siapakah Abdillah Onim?

Dari keterangan dr. Joserizal Jurnalis, Direktur MERC, Onim adalah mantan relawan MERC yang telah dipecat beberapa waktu yang silam. “Abdillah Onim sudah lama dipecat dari MER-C, apa yang dilakukan oleh Abdillah Onim dan jaringannya di Indonesia serta Malaysia untuk mengabarkan kepada masyarakat Indonesia bahwa tidak ada sinergi antara muqawwamah di Gaza adalah usaha pecah belah antar muqawwamah, dan itu sejalan dengan program Zionis,” ucap Joserizal Jurnalis.

Mengapa Onim dipecat?

Jozerizal mengungkapkan, bahwa ada ‘pihak lain’ yang memanfaatkan keberadaannya. “Onim bukan kena susup tapi ‘digarap’ pihak lain di tengah jalan. Saya dan teman-teman tahu persis siapa orang tuanya di Galela Maluku Utara dan kami membawanya ke Jakarta. Saya kirim dia untuk berbagai misi, seperti pasca operasi Cast Lead tahun 2009, Mavi Marmara, dan menyelesaikan RS Indonesia di Gaza supaya dia punya pengalaman. Saya juga ingin Onim menjadi ulama untuk membangun lagi kampungnya di Galela,” jelas Joserizal.

“Mati satu tumbuh seribu, walaupun relawan sudah lama dikader banyak yang tak setia, tetapi Allah Swt selalu menyatukan hati orang-orang yang ingin berjuang. Saat ini ada banyak relawan MER-C (19 orang) yang jauh lebih bagus dari Onim,” terang Yogi Prabowo.

Postingan di fb yang dihapus Onim

Postingan di fb yang dihapus Onim

Atas klarifikasi Joserizal dkk, dan terungkap manipulasi informasi yang disebarkannya, Onim pun menghapus tautannya di wall facebook miliknya. Namun Rima Manzanaris, berhasil men-screenshoot postingan tersebut sebelum dihapus.

“Lihatlah jejak-jejak fitnahnya sudah dihapus di wall facebook Onim. Percuma saja hanya menghapus status, karena fitnahnya sudah disebarkannya ke media-media. Bayangkan berapa banyak orang yang akan ikut menanggung dosa fitnah nya karena ikut menyebarkannya. Silahkan teman-teman minta klarifikasi ke Onim, pasti tidak akan dijawab, bahkan akan dihapus.  Onim benar-benar jurnalis pengecut pengadu domba,“ tulis Rima geram.

“Apa yang ditulis Onim ini adalah usaha adu domba antar muqawwamah dengan menafikan sinergi diantara front perjuangan. Ini bukanlah perkara ringan yang bisa dibuat sebagai bahan candaan,” tulis Jozerizal lagi.

Apa yang dilakukan Onim, sangat disayangkan oleh banyak pihak. Apalagi, mereka yang kini diserang Onim, adalah orang-orang yang membantunya dulu.

“Kalau masyarakat Galela tahu apa yang Onim lakukan pada MER-C dan teman-teman kira-kira apa ya reaksi mereka? Seorang putra Galela dibawa ke Jakarta kemudian disekolahkan, dengan harapan suatu hari akan kembali ke kampung halamannya untuk membangun Galela, sekarang justru menyerang orang-orang yang membantunya. Dimana hatinya diletakkan ya,” sesal Sartini Anggraini.

Apa yang sebenarnya ingin disampaikan Joserizal pada Indonesia, sehingga ia memposting foto PFLP yang membawa poster Sayyid Hassan Nasrallah, Sekjen Hizbullah?

“Maksud saya memposting foto grup PFLP membawa foto Hasan Nasrallah di perempatan Saraya Gaza adalah, saya ingin mengabarkan bahwa sinergi dalam melawan Israel itu ada. Saat ini yang membela Palestina itu bukan hanya orang Muslim tapi juga non-Muslim. Jadi tidak tepat kita katakan bahwa yang membela itu hanya Syiah saja atau Sunni saja, itu poin saya,” jelas Joserizal.

Apakah PFLP adalah kelompok anti-Islam, sebagaimana yang dituduhkan media-media Takfiri?

“Kalau mereka (PFLP) benci melihat orang shalat, sulit bagi mereka untuk berdampingan berjuang dengan Hamas, Jihad Islam dan lain-lain. Mereka masih bisa bersinergi di daerah yang ditengah banyaknya mata-mata Israel. Dan sampai saat ini pun kita belum mendengar ada konflik antara PFLP, Hamas, dan faksi perlawanan lainnya. Kecuali, orang-orang seperti Onim yang menjadi kontributor situs-situs Takfiri, terus berbohong tentang sinergi antara muqawwamah, dan diamini pula oleh jaringannya di Indonesia,” kata Joserizal.

Berita Harian Suriah (BHS), juga turut memberikan sanggahan atas fitnah berbagai situs Takfiri terkait tudingan terhadap PFLP diatas.

“Mengenai tuduhan oleh muslimdaily.net dan situs-situs Takfiri lainnya bahwa PFLP/Brigade Abu Ali Mustafa ini adalah kelompok yang tak mempercayai adanya Tuhan dan membenci orang-orang yang taat beragama, BHS mengambil bukti SS dari situs mereka sendiri.

Dulu muslimdaily.net sendiri yang menjuluki PFLP/Brigade Abu Ali Mustafa sebagai Mujahidin. Alangkah mengherankan, hari ini tiba-tiba mereka menyebut PFLP sebagai kelompok yang tidak percaya adanya Tuhan dan membenci orang-orang yang taat beragama. Inilah bentuk inkonsistensi dan propaganda murahan. Hanya karena PFLP mengibarkan bendera Suriah, Iran, Hizbullah dan poster SHN, maka dengan mudahnya mereka memfitnah PFLP sedemikan rupa.

Situs-situs Takfiri tersebut juga menyebut kontribusi PFLP/Brigade Abu Ali Mustafa sangat minim dalam perlawanan. Selama 51 hari perang mereka hanya menembakkan kurang dari 10 roket ke Israel. Mereka juga menyebut PFLP sebagai kelompok kecil yang anggotanya hanya beberapa orang tidak sampai ratusan. Benarkah itu?

Di lain sisi, bukankah mereka sendiri  mengatakan bahwa PFLP adalah kelompok perlawanan pertama yang ada di Gaza dan tertua Palestina (ada di screenshoot). Apakah masuk akal jika gerakan perlawanan pertama di Palestina sekaligus pioner bagi gerakan perlawanan yang lain, anggotanya hanya beberapa orang saja?

Dan ketika BHS cek langsung di website resmi PFLP (http://pflp.ps/english/2014/09/03/pflp-mass-march-and-military-rally-in-gaza-upholds-resistance-salutes-palestinian-steadfastness/)ternyata ada ratusan pejuang PFLP yang mengikuti pawai tersebut. Itu baru anggota yang mengikuti pawai, lalu bagaimana dengan yang ikut perang ? Tentu jumlahnya lebih besar.

Dari informasi Wikipedia, ternyata PFLP ini adalah Gerakan Perlawanan terbesar kedua di Palestina yang membentuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Terbesar setelah Fatah. Lalu apakah masuk akal gerakan ini anggotanya hanya beberapa orang saja?

Dari keterangan website resmi PFLP, (http://pflp.ps/english/2014/08/25/abu-ali-mustafa-brigades-we-are-resisting-until-victory-and-liberation/), ada 518 roket yang telah mereka tembakkan ke Israel dalam perang 50 hari di Jalur Gaza.”

Untuk melihatt detail inkonsistensi situs Takfiri, silahkan perhatikan screenshoot dibawah ini:

abdillah onim 3

Sumber foto: BHS

(ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL