LiputanIslam.com — Imam Khomeini, adalah tokoh Revolusi Iran yang dibawah kepemimpinanya, mampu membawa Iran melepaskan diri dari cengkraman Syah Reza Pahlevi yang merupakan boneka Barat. Kebangkitan Islam di Iran, membuat gentar negara-negara monarki di kawasan, yang sangat ketakutan jika Revolusi Islam Iran akan ‘menular’ dan menumbangkan kekuasaan mereka. Segala tipu daya dikerahkan untuk memadam api revolusi termasuk menghasut Saddam untuk memerangi Iran. Namun, delapan tahun lamanya perang Iran-Iraq berkecamuk, Iran tetap tidak bisa ditaklukkan.

Tipu daya terakhir yang dipakai adalah dengan mengadu domba umat Islam. Iran, kebetulan negara yang penduduknya bermazhab Syiah, dibuatkan propaganda sedemikian rupa agar kaum muslimin di seluruh dunia bersatu memusuhinya. Jutaan jilid buku tentang kesesatan Syiah dicetak,  mimbar-mimbar di seluruh dunia beralih fungsi menjadi tempat menyebarkan kebencian dan fitnah, dan sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Ada apa?

Contoh fitnah yang selalu diulang-ulang dan disebarluaskan tanpa henti adalah foto seorang dengan kain kafan tercabik-cabik yang diklaim sebagai foto Imam Khomeini. Mereka menuduh demikian untuk menggiring opini bahwa Syiah adalah kelompok sesat yang diakhir kehidupannya dihinakan Allah. Benarkah tuduhan itu? Liputan Islam akan meluruskan fitnah tersebut sesuai dengan informasi yang benar. Jawaban akan kami tulis dalam dua bagian, dan inilah bagian pertama.

execution- foto yang diklaim sebagai foto imam

Sumber Foto: www.signandsight.com

Perhatikan baik-baik foto disamping. Foto itu diklaim sebagai foto Imam. Sayangnya, karena terbatasnya ilmu dan wawasan para Takfiri (mengingat ilmu tertinggi yang dimilikinya adalah ilmu memfitnah dan mengkafirkan kelompok lain) mereka tidak mengetahui sama sekali bahwa dalam mazhab Syiah, kain kafan yang dipergunakan untuk membungkus jenazah bukanlah kain kafan putih polos seperti itu, melainkan kain kafan yang bertuliskan do’a Jawsyan Kabir. Tahukah Anda apa itu Jawsyan Kabir?

Kami mengutip dari Hauzah Maya:

Doa Jawsyan Kabir
Disebutkan dalam Kitab al-Balad al-Amîn dan al-Mishbâh, karya al-Kaf’ami. Diriwayatkan dari Imam Zainal Abidin as, dari ayah beliau, dari kakek beliau, Rasulullah SAAW. Malaikat Jibril membawa doa ini ketika beliau sedang dalam peperangan. Pada waktu itu, beliau memakai sebuah baju besi (jawsyan) mahal yang karena beratnya sehingga membuat badan beliau kesakitan. Kemudian Malaikat Jibril berkata, “Wahai Muhammad, Tuhanmu mengirimkan salam kepadamu. Ia berfirman, “Lepaslah baju besi itu dan bacalah doa ini. Karena ia adalah pengaman bagimu dan umatmu”.

Setelah itu, al-Kaf’ami menyebutkan keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh doa ini, diantara keutamaan-keutamaannya adalah:

1. Barangsiapa menuliskannya di atas kafannya, maka Allah merasa malu untuk menyiksanya dengan api neraka.

2. Barangsiapa membacanya di awal bulan Ramadhan dengan niat yang tulus, Allah akan menganugrahkan kepadanya (kesempatan mendapatkan) Lailatul Qadr dan menciptakan tujuh puluh ribu malaikat baginya yang tugas mereka adalah bertasbih dan menyucikan (Allah), lalu pahalanya disimpan untuknya.

3.Barangsiapa membacanya pada bulan Ramadhan sebanyak tiga kali, Allah akan mengharamkan jasadnya atas api neraka, mewajibkan surga baginya, memerintahkan dua malaikat untuk selalu menjaganya dari maksiat, dan ia akan selalu berada dalam lindungan Allah selama hidupnya.

Di akhir hadis, Imam Husein as berkata, “Ayahku, Ali bin Abi Thalib berwasiat aku menjaga doa ini, menuliskannya di atas kafannya, mengajarkannya kepada keluargaku, dan menyuruh mereka untuk membacanya. Dan doa ini (berisi) seribu asmâ dan di antaranya adalah asmâ yang teragung (al-ism al-a’zham).

Sehingga, disunnahkan untuk menuliskannya di atas kafan. Dalam kitab ad-Durrah, Allamah Bahrul Ulum (semoga Allah mengharumkan kuburnya) berkata (dalam sebuah syair), sunnah dituliskan di atas kafan, kesaksian Islam dan iman, pun jua Qur’an dan Jawsyan, sebagai perisai dari api siksaan (inilah yang disebut kafan Jawsyan Kabir, bukan kafan biasa karena di lembaran kafan tersebut dituliskan do’a Jawsyan Kabir). Tentang do’a Jawsyan Kabir selengkapnya silahkan dilihat disini:
http://hauzahmaya.com/doa/2012/08/03/doa-jausyan-kabir/

jawsyan

Sumber foto: facebook

Lihat gambar disamping, seperti itulah  kafan Jawsyan Kabir. Tidak mungkin seorang Pemimpin Besar Revolusi, seorang pemegang kekuasaan tertinggi Republik Islam Iran yang bermazhab Syiah  tidak mampu membeli atau tidak mempunyai kain kafan seperti ini sampai-sampai beliau harus dimakamkan dengan kain kafan polos seperti yang tampak pada foto. Anda bisa mengecek/menanyakan kepada muslim Syiah yang Anda kenal, niscaya mereka telah memiliki kain kafan ini kendati masih sehat wal’afiat sekalipun, karena dalam pandangan mazhab Syiah, kematian dan hari sesudah kematian harus dipersiapkan sejak dini, termasuk kafan Jawsyan Kabir. (LiputanIslam.com/ba)

 

Bagian pertama: http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-fitnah-takfiri-imam-khomeini-dihinakan-allah-bagian-pertama/

Bagian kedua: http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-fitnah-takfiri-imam-khomeini-dihinakan-allah-bagian-kedua-tamat/

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL