LiputanIslam.com — Imam Khomeini, adalah tokoh Revolusi Iran yang dibawah kepemimpinanya, mampu membawa Iran melepaskan diri dari cengkraman Syah Reza Pahlevi yang merupakan boneka Barat. Kebangkitan Islam di Iran, membuat gentar negara-negara monarki di kawasan, yang sangat ketakutan jika Revolusi Islam Iran akan ‘menular’ dan menumbangkan kekuasaan mereka. Segala tipu daya dikerahkan untuk memadam api revolusi termasuk menghasut Saddam untuk memerangi Iran. Namun, delapan tahun lamanya perang Iran-Iraq berkecamuk, Iran tetap tidak bisa ditaklukkan.

Tipu daya terakhir yang dipakai adalah dengan mengadu domba umat Islam. Iran, kebetulan negara yang penduduknya bermazhab Syiah, dibuatkan propaganda sedemikian rupa agar kaum muslimin di seluruh dunia bersatu memusuhinya. Jutaan jilid buku tentang kesesatan Syiah dicetak,  mimbar-mimbar di seluruh dunia beralih fungsi menjadi tempat menyebarkan kebencian dan fitnah, dan sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Ada apa?

Contoh fitnah yang selalu diulang-ulang dan disebarluaskan tanpa henti adalah foto seorang dengan kain kafan tercabik-cabik yang diklaim sebagai foto Imam Khomeini. Mereka menuduh demikian untuk menggiring opini bahwa Syiah sesat dan diakhir kehidupannya dihinakan Allah. Benarkah tuduhan tersebut? Liputan Islam akan meluruskan fitnah tersebut, sesuai dengan informasi yang benar. Jawaban akan kami tulis dalam dua bagian, dan inilah bagian kedua (terakhir).

Dengan bermodalkan dari google image, ditemukan bahwa foto yang diklaim sebagai foto Imam Khomeini bersumber dari alamat ini: http://www.signandsight.com/features/1978.html yang telah diunggah pada awal tahun 2010, jauh sebelum media-media Takfiri gencar menyebarkan propaganda tentang Imam. Situs ini sendiri, sepertinya dikelola oleh sekelompok orang yang tidak menyukai berdirinya Republik Islam Iran (biasanya mereka berasal dari pengikut Syah Reza, dan didukung oleh Barat).

execution- foto yang diklaim sebagai foto imam

Sumber Foto: www.signandsight.com

Dalam artikel tersebut, keterangan foto disamping adalah sebagai berikut:” The first is from a public execution in the south eastern town of Sirjan. The crowd disrupt the procedure by attacking the guards and cutting the ropes from which the two victims, still alive, have been hanging. The severed rope is on the right-hand side of the picture and helping hands are reaching out to the prostrate, covered body of one of the victims that is being carried to safety.

Public executions by hanging or stoning have been part of the project of the Islamic Republic to normalise violence and brutalise the population. Since 1979 the implementation of Sharia law has reduced the concept of justice to retribution, or an-eye-for-an eye. Petty theft is punished by cutting off the hand of the thief, and anyone who causes the loss of an eye will have an eye gorged out in return. Murder is considered a familial rather than a social crime, and if the “owners of the blood,” i.e. the family of the victim, refuse to settle the case by taking blood money (the sum of which is set by the state) they are asked by the Sharia judge to kick the stool on which the condemned, with the noose around his neck, is standing.”

Jadi foto itu menceritakan proses eksekusi mati dengan menggantung, [di Iran yang menggunakan hukum Islam, beberapa kasus seperti membunuh, memperkosa, memata-matai pemerintah untuk kepentingan musuh, dan sebagainya akan dijatuhi dengan hukuman mati] di sebuah kota yang bernama Sirjan. Saat proses eksekusi itu, segerombolan massa mengacau dengan menyerang pengawal yang menjaga berlangsungnya proses eksekusi, lalu memotong tali yang digunakan untuk menggantung, dan mereka mengerumuni si terpidana mati yang masih bernafas.

Entah siapa yang kemudian begitu iseng menggunakan foto ini sebagai bahan fitnah atas Imam Khomeini dan menyebarluaskannya sedemikian rupa, untuk memberikan kesan yang buruk pada Syiah. Penggunaan foto-foto palsu dengan memanipulasi informasi yang sesungguhnya sangat marak terjadi belakangan ini, terutama setelah konflik Suriah meletus.

Liputan Islam akan memberikan sebuah tips bagi pengguna internet yang mencintai kebenaran, cara-cara untuk melacak foto untuk mengetahui keasliannya, sumber informasi: http://lintaskudus.blogspot.com

Internet menampung milyaran gambar yang tak dapat didefinisikan satu persatu, hingga akhirnya dibuatlah sebuah mesin pencari yakni Google Image. Google Image sangat bermanfaat bagi kita yakni untuk tempat mencari, melihat, atau bahkan menyebarluaskan gambar. Kami akan berbagi bagaimana cara melacak keaslian dan kesamaan gambar ataupun foto. Tidak diperlukan skill seorang pelacak, yang dibutuhkan hanya PC dan koneksi internet.

Langsung saja, bukalah browser anda dan ketik alamat  https://www.google.co.id/imghp?hl=en&tab=wi
Kemudian pilih gambar yang akan kita lacak, semisal dari PC kita, tinggal lakukan drag & drop pada gambar yang dipilih.

pelacak gambar 1

Sumber foto: http://lintaskudus.blogspot.com

Tunggu proses pengunggahan

pelacak gambar 2

Sumber foto: http://lintaskudus.blogspot.com

Nah, pencarian selesai, kita dapat menemukan gambar yang sama.

pelacak gambar 3

Sumber foto: http://lintaskudus.blogspot.com

 Dalam satu kali pencarian, bisa ditemukan ratusan hingga ratusan ribu hasil. Pilihlah foto yang diunggah ke internet paling awal, karena sangat besar kemungkinan bahwa yang pertama merupakan foto asli dengan keterangan yang juga asli. Semoga bermanfaat. (LiputanIslam.com/ba)

Bagian pertama: http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-fitnah-takfiri-imam-khomeini-dihinakan-allah-bagian-pertama/

Bagian kedua: http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-fitnah-takfiri-imam-khomeini-dihinakan-allah-bagian-kedua-tamat/

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL