John_Maino_performs_the_ALS_Ice_Bucket_Challenge-1024x682LiputanIslam.com — Tantangan untuk melakukan permainan siram air es ke kepala atau ‘ice bucket challenge’, menyebar bagaikan virus dan sangat masif diberitakan di media sosial. Sejumlah selebritis dan tokoh dunia telah melakukan permaian ini.

Jika menolak, maka ia diharuskan mendonorkan dana sebesar $100 untuk yayasan pencegahan penyakit ALS. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS), adalah penyakit  kelumpuhan otot, yang diklaim belum ada obatnya. Salah satu penderita ALS adalah fisikawan terkenal asal Inggris, Stephen Hawking. (Baca: Putin Ditantang Bermain Ice Bucket Challenge)

Beberapa selebriti dan tokoh dunia telah melaksanakan tantangan dengan menyiramkan seember air es ke kepalanya, diantaranya bos Microsoft Bill Gates, bos Facebook Mark Zuckerberg, sutradara Steven Spielberg, aktor laga Mickey Rourke, serta penyanyi Lady Gaga, Britney Spears, dan Justin Timberlake. Sebanyak $1,35 juta donasi telah terkumpul antara tanggal 29 Juli dan 11 Agustus.

Tapi, tahukah Anda kemana larinya dana tersebut? Mari perhatikan misi dari Asosiasi untuk penyakit ALS ( The ALS Association)

Didirikan pada tahun 1985, The ALS Association (untuk seterusnya disebut Asosiasi) adalah satu-satunya organisasi nirlaba nasional yang memerangi Lou Gehrig’s Disease di lini depan. Caranya, dengan melakukan penelitian global, memberikan bantuan bagi orang-orang penderita ALS melalui jaringan nasional, koordinasi perawatan multidisiplin dan bersertifikat melalui pusat perawatan klinis, dan mendorong kemitraan pemerintah. Lembaga ini juga bertujuan membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup para penderita ALS sembari menanti adanya alternatif obat yang baru.

Sebagai organisasi ALS unggulan,  Asosiasi memimpin jalannya penelitian, pelayanan, pendidikan dan kebijakan publik — dan memberikan bantuan dan harapan kepada mereka yang mengidap penyakit. Selain itu, jaringan nasional Asosiasi menyediakan layanan pasien yang terjangkau dan komprehensif.

ALS, umumnya juga dikenal sebagai  Lou Gehrig’s Disease. Media, selalu menggambarkan bahwa penyakit ALS berakibat fatal dan obatnya belum ditemukan, karena itu, dikampanyekan agar masyarakat dunia turut berkontribusi untuk medanai penelitian guna menemukan obat tersebut, melalui Asosiasi.

Kemanakah donasi masyarakat melalui Asosiasi mengalir? Ternyata, hanya 27% dari dana masuk yang benar-benar digunakan untuk penelitian. Lalu sisanya? Perhatikan gambar di bawah ini, yang merupakan rincian gaji para pemimpin Asosiasi:

Gaji Para Pimpinan The ALS Association

Gaji Para Pimpinan The ALS Association

Biaya administrasi, program pensiun, imbalan kerja karyawan dan non karyawan, biaya perjalanan dll, untuk ‘menghidupi’ Asosiasi membutuhkan sejumlah 12, 5 juta. Sedangkan pendapatan dari donasi yang diterima sebesar 24 juta dollar. Artinya, lebih dari separuh dana, digunakan untuk memakmurkan orang-orang yang bekerja pada Asosiasi (disebut memakmurkan lantaran gaji yang diterima sangat besar).

Jadi bagaimana dengan sisa pendapatan?

Hampir satu juta dollar dihabiskan guna melakukan lobi kepada pihak terkait. Menurut Asosiasi, mereka melobi para legislator agar bersimpati pada penderita ALS dan keluarganya, juga untuk membujuk agar mereka  — melalui undang-undang, mengucurkan dana untuk penelitian terkait ALS.

Lalu, sebesar 6,2 juta dollar dihibahkan kepada sekolah kedokteran ataupun farmasi. Sehingga, prosentase dana yang digunakan untuk penelitian hanya 27%. Dan sejak Asosiasi berdiri pada tahun  1985, belum ada penemuan obat baru untuk penyakit ALS. Bahkan, penelitian Asosiasi selama 10 tahun yang menghasilkan biogen in dexpramipexole dan telah menelan biaya 75 juta dollar, terpaksa dihentikan pada awal tahun 2013 akibat hasil yang buruk.

Apakah ada obat non-alternatif untuk ALS?  Ya, ada! Namun, Anda tidak akan mendapatkan keterangan ini dari sebuah organisasi seperti Asosiasi. Clarence,  menggunakan minyak kelapa untuk mengobati  ALS.

Minyak kelapa dapat digunakan dalam diet ketogenik ketat yang telah terbukti berhasil dalam mengobati penyakit alzheimer, parkinson, diabetes, dan kanker. Selain itu, pendekatan non-obat lainnya  adalah Protokol Deanna. Protokol gizi ini, terbukti manjur untuk menyembuhkan penderita ALS.

Jadi pesan dalam tulisan ini adalah, beramal adalah sesuatu yang sangat mulia, sebagaimana yang dilakukan masyarakat dalam tantangan ice bucket challenge. Namun alangkah bijaknya kita sebelum menyumbang, kita telah mengetahui dengan jelas kemana dana itu akan disalurkan. (ba)

Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari artikel Healthimpactnews.

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL