Artikel Islampos

Artikel Islampos

LiputanIslam.com — Naheed Nenshi (lahir 2 Februari 1972) adalah seorang politikus Kanada yang terpilih sebagai walikota ke-36 di Calgary, Alberta. Ia terpilih dalam pemilihan walikota pada tahun 2010, dan merupakan walokota Muslim pertama dari kota besar Amerika Utara. Dia terpilih kembali pada tahun 2013 dengan 74% suara.

Ia dinobatkan sebagai walikota terbaik, dan media Islampos pun merilis artikel yang berjudul Walikota Muslim Kanada Raih Penghargaan Walikota Terbaik Dunia’.

“Naheed Nenshi terpilih sebagai Walikota Terbaik di Dunia. Walikota Muslim pertama di Kanada itu mengalahkan 29 nominasi Walikota terbaik dunia lainnya di ajang 2014 World Mayor Prize,” tulis Islampos.

“Penghargaan yang tidak disangka-sangka dari Proyek Walikota Dunia. Terima kasih kepada warga Calgary dan warga seluruh dunia yang telah memilih saya untuk mendapatkan penghargaan ini,” tulis Islampos, mengutip pernyataan kata Nenshi.

Naheed, bermazhab Syiah Ismailiyah

Naheed, bermazhab Syiah Ismailiyah

“Nenshi menjadi wali kota di Kanada pertama yang meraih penghargaan tersebut. Gelar wali kota terbaik dunia kedua diraih Daniël Termont (Wali Kota Ghent Belgia) dan Tri Rismaharini alias Risma (Wali Kota Surabaya Indonesia) di peringkat tiga. Pemilihan wali kota terbaik dunia digelar dua tahun sekali, termasuk daftar 10 wali kota di dunia yang paling didukung warganya. Saat ini Nenshi masih menjabat Wali Kota Calgary untuk periode kedua. Nenshi, terpilih menjadi wali kota pada Oktober 2010, sejak itulah ia menjalankan tugasnya melayani warga dan membangun kota,” tutup Islampos.

***

Ada yang luput disampaikan Islampos kepada pembacanya, yaitu fakta bahwa Naheed Nenshi adalah seorang penganut Syiah Ismailiyah. Tak ayal sikap inipun dikritik oleh Candra Wiguna, blogger, non-Muslim. Sepanjang pengamatan Candra, Islampos adalah media yang sangat anti-Syiah. Berikut pernyataan Candra, yang dikutip dari Candrawiguna.com:

Sebagai rekan satu agama, muslim umumnya senang dan bangga akan pemberitaan ini, tapi ada satu hal yang mereka tidak tahu, dan nampaknya disembunyikan oleh redaksi Islam Pos, yaitu fakta bahwa Naheed Kurban Nenshi itu adalah seorang penganut Syiah, tepatnya aliran al-Isma’iliyya. Dari sini mulai lucu, di satu sisi Islam Pos adalah media yang sering mendiskreditkan Syiah bahkan menganggap Syiah bukan bagian dari Islam, tapi di sisi lain ketika ada seorang Muslim Syiah yang berprestasi mereka ikut merasa bangga seakan prestasi itu adalah milik mereka bersama.

Lihat bagaimana sebelumnya Islampos memojokkan Syiah dengan berita propaganda bahkan menyalahi kaidah jurnalistik, seperti tidak ada unsur 5W+1H,  menggunakan narasumber yang tidak jelas, tidak menyertakan pendapat dari tokoh Syiah alias memberitakan secara sepihak, bahkan ada yang menggunakan sebuah lembar kertas (yang mungkin mereka buat sendiri) sebagai bahan berita. Eh sekarang malah mengakui prestasi seorang Syiah dan menuliskan orang tersebut sebagai Muslim.

Artikel Islampos yang memojokkan Syiah, antara lain:

Kejanggalan imigran Syiah di Balikpapan

Fondasi ajaran Syiah dianggap rapuh

Cerita bahwa ada teroris Syiah di Garut

Cerita sex party yang dilakukan umat Syiah

Syiah Ismailiyah

Tentu saja, akibat ulah Islampos ini, lagi-lagi Islam akan menjadi bahan olok-olok dan bahan gunjingan. Berulang-ulang kali Islampos melakukan hate speech (ujaran kebencian) terhadap mazhab Syiah, yang menurut Amman Message, merupakan mazhab yang sah dalam Islam. Tetapi di lain kesempatan, begitu bangganya mengekspos prestasi seorang Syiah, dan secara tiba-tiba saja Islampos tanpa ragu menyebutnya sebagai ‘Walikota Muslim’.

Jangan lewatkan propaganda Islampos lainnya:

    1. Media Islampos, Mempermalukan Kebesaran Islam
    2. Media Islampos, Mempermalukan Kebesaran Islam (2)

(ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL