Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah (Full Day School) terus menuai penolakan dari berbagai pihak. Gelombang demi gelombang terjadi unjuk rasa dan aksi damai penolakan FDS di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan menolak tegas program FDS. Pernyataan itu ia sampaikan di Gedung PBNU Jakarta , pada Jumat (11/8).

Menurut Kiai Masdar, pelaksanaan full day school mempunyai mudharat yang lebih besar dibandingkan kemaslahatannya. Program FDS juga berpotensi mematikan eksistensi Madrasah Diniyah yang selama ini telah berperan besar terhadap upaya memerangi radikalisme.

“Selain terbukti telah menimbulkan polemik, full day school juga akan berpotensi mematikan eksistensi Madrasah Diniyah yang selama ini terbukti berkontribusi dalam memerangi radikalisme,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kebijakan pemerintah harusnya didasarkan pada basis pengkajian yang komprehensif sehingga seminimal mungkin tidak menimbulkan polemik. “Jangan sampai sebuah kebijakan justru kontraproduktif dan cenderung membuat kegaduhan. Maka menurut saya full day school ini sebaiknya dibatalkan saja,” tegasnya.

Sementara, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj telah menegaskan bahwa NU menolak keras program sekolah lima hari atau Full Day School (FDS). NU menutup upaya dialog yang dilakukan pihak mana pun terkait kebijakan ini. “Kami dari NU menolak keras, tidak ada kompromi, tidak ada dialog. Pemerintah harus segera mencabut Permen sekolah lima hari,” ujar Kiai Said di Jakarta, Kamis (10/8). (Ar/NU Online/Viva).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL