Erdogan

Erdogan

LiputanIslam.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengecam kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pawai anti kekerasan yang diadakan di Paris. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi

“Seseorang yang telah melakukan terorisme dengan korban 2.500 orang di Gaza, kini ia ada di Paris. Melambaikan dan bergandeng tangan dengan para pemimpin-pemimpin negara lainya,” ujarnya.

Seperti laporan Haaretz, Erdogan juga mempertanyakan atas perhatian dunia internasional yang tertuju ke Paris, padahal, menurut dia, kondisi di Suriah jauh lebih mengenaskan.

“Ada 350.000 orang yang tewas di Suriah. Apakah ada khawatir tentang mereka? Di sana juga terjadi terorisme,” jelasnya.

Haaretz dalam laporannya menyatakan bahwa Turki dan Israel adalah sekutu dekat, namun dalam beberapa waktu terakhir mulai renggang, terutama pasca serangan militer Israel atas Kapal Mavi Marvara pada Mei 2010.

Turki Juga Mendukung Terorisme

Meskipun Erdogan mengecam Netanyahu, namun keterlibatan Turki dalam terorisme yang terjadi di Suriah juga tidak bisa dibantah. Shobeat.com, dalam laporannya merilis bahwa Turki merupakan tempat pelatihan bagi para jihadis yang berasal dari berbagai negara.

“Ini adalah pusat pelatihan ISIS di Turki, mereka membawa seluruh kelompok ekstremis ke Timur Tengah, namun, mereka berkumpul di Turki terlebih dahulu,” jelasnya.

Perhatikan video berikut:

Jihadis berteriak, “Hancurkan dan ledakkan musuh kita, kemenangan sudah dekat. Para pemuda mendaftar, kita akan menang. Bela agama kita dengan senjata Anda, dan menanglah. (Kejayaan) ini akan menyebar ke seluruh muka bumi dan menghancurkan orang-orang kafir.”

Jihadis asal Inggris ini berkata, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah dan turut serta dalam jihad dengan uang dan jiwa mereka, lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dan mereka adalah pemenang.”

Shobeat.com telah melaporkan pada Maret 2014, bahwa pusat pelatihan ISIS ada di Orfa, Ghazi Antab dan Antakia (Antiokhia) yang dibentuk oleh pemerintah Turki, sebelum dikirim ke Suriah.

World Tribune juga menyatakan bahwa Erdogan telah mengakui jumlah warga Turki yang direkrut  ISIS jumlahnya cukup signifikan. Disebutkan, dalam beberapa waktu terakhir, sekitar 1.000 warga Turki telah bergabung dengan ISIS, dan bertempur baik di Irak dan Suriah. Mereka direkrut di masjid, sekolah, dan diimingi gaji yang besar. Bahkan, aparat keamanan Turki turut andil dalam perekrutan ini.

Tak hanya menyediakan tempat pelatihan, Turki juga memberikan supplai logistik kepada ISIS. Video yang dilansir oleh DW, kantor berita Jerman ini, memperlihatkan realita tersebut.

Tampak truk-truk sarat muatan, yang berisi makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya melintasi perbatasan Turki. Barang-barang itu diturunkan di suatu tempat, yang tidak jelas siapa yang mengambilnya. Namun awak kargo meyakini, barang-barang itu akan diambil oleh ISIS.

Menurut DW, barang-barang dari Turki yang berhasil diselundupkan ke Suriah jika diuangkan berkisar 1 miliar dollar. Minyak, senjata, dan para petempur, sering kepergok melintasi perbatasan Turki –Suriah. Saat ini, relawan Kurdi mulai berpatroli di daerah tersebut guna menghambat pasokan tersebut jatuh ke tangan ISIS.

Tindakan Erdogan mengecam Netanyahu, patut diapresiasi karena memang benar, Netanyahu adalah seorang gembong teroris. Tapi jangan lupakan, bahwa Erdogan pun seorang gembong teroris. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*