Tentara AS tolak serang Suriah

Tentara AS tolak serang Suriah

Liputan Islam.com — Tahun 2013 silam, saat ada kasus serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah, AS pun berencana untuk menyerang Suriah, untuk menghukum Assad.  AS telah menempatkan beberapa kapal perangnya di Mediterania yang hanya tinggal menunggu aba-aba dari Obama untuk segera melancarkan serangan kepada Suriah. Namun saat itu, penolakan terbesar justru datang tentara-tentara AS.

Serempak, tentara AS beramai-ramai menyuarakan penolakan melalui foto-foto yang diunggah ke media sosial. Saat itu, militan yang memerangi pemerintah sah Suriah adalah  Jahbat Al-Nusra yang beraffiliasi dengan Al-Qaeda. Sehingga, dengan turut menyerang Suriah, artinya Tentara AS bekerjasama dengan Al-Qaeda bukan?

Apalagi, tak lama kemudian anggota kelompok pasukan oposisi Suriah mengaku kepada Associated Press bahwa mereka berada di balik serangan yang menggunakan senjata kimia pada 21 Agustus 2013 di Ghouta. Keterangan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan oposisi Suriah, didapatkan oleh kelompok Doctors Without Borders yang memeriksa keadaan warga di Ghouta, dimana sekitar 350 warga tewas akibat serangan senjata kimia itu.

Setelah melakukan interogasi terhadap beberapa pihak termasuk dokter, warga Ghouta dan pasukan oposisi serta keluarganya, pihak Doctors Without Borders mendapatkan pengakuan mengenai penggunaan senjata kimia tersebut.

“Kelompok Doctors Without Borders menemukan bahwa serangan itu adalah bentuk kesalahan koordinasi dan ketidaktahuan dari pihak pasukan oposisi. Mereka tidak menyadari bahwa mereka memiliki senjata kimia,” lapor Associated Press, seperti dikutip dari The Examiner, Minggu (1/9/2013).

Kelompok kemanusiaan itu mendapatkan keterangan dari seorang warga yang mengaku bahwa anaknya membawa senjata kimia ke rumahnya. Putra dari warga Suriah itu dikabarkan tewas dalam serangan yang menggunakan senjata mematikan tersebut. (Baca: Kejanggalan Serangan Senjata Kimia Suriah)

“Putra saya datang kepada saya menanyakan apa senjata yang dia bawa. Beberapa dari senjata itu berbentuk seperti tabung dan beberapa lainnya seperti botol kaca,” pengakuan seorang warga bernama Abdel-Moneim.

Sementara ketika ditanya, sebagian besar dari pasukan oposisi tidak mengetahui bahwa senjata yang mereka pegang saat itu adalah senjata kimia. Selain mengakui bahwa serangan itu dilakukan oleh mereka, ada satu sosok lain yang memasok senjata mematikan tersebut.

“Senjata kimia itu disediakan oleh Pangeran Arab Saudi Bandar bin Sultan,” pengakuan seorang anggota pasukan oposisi Suriah, seperti dikutip Associated Press. Maka, rencana yang sudah disusun untuk intervensi terhadap Suriah pun gagal total. Rakyat AS juga turun ke jalan-jalan dan berseru,”Hands off Syria.”

the power ofLalu, tipudaya yang lain pun dijalankan. Tiba-tiba saja, gerombolan teroris ISIS menjadi buah bibir dan memenuhi media. ISIS pun tak segan-segan menunjukkan aksi barbarnya di depan kamera, yang tidak bisa diterima oleh manusia manapun yang masih memiliki nurani. Muncul berbagai video penyembelihan terhadap wartawan AS (yang ternyata palsu) dan AS pun memiliki alasan untuk menyerang Suriah.

Benar, akhirnya AS menyerang Suriah, tanpa ada penolakan lagi dari rakyatnya. Operasi bendera palsu yang dilakukan AS dan sekutu melalui ISIS dalam video-video ini, telah berhasil menipu rakyat dan tentara AS, dan memberi restu atas intervensi militer atas Suriah yang tahun lalu mereka tentang mati-matian. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL