video aher5

Capture Video Aher bersama orang-orang Saudi

LiputanIslam.com–Sebuah video yang berisi rekaman pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) telah menjadi viral di jejaring sosial. Dalam video itu terlihat Aher sedang duduk di lantai, sementara di sebelahnya Aher, duduk seseorang dengan pakaian khas ulama Saudi duduk di kursi (sehingga posisi duduknya lebih tinggi daripada Aher, sang gubernur).

Dalam percakapan mereka, antara lain, Aher menyebut Iran telah membiayai 3000 pelajar Indonesia untuk studi di Iran, dan meminta agar Arab Saudi juga memberikan beasiswa sebanyak itu. Data ini telah dibantah pengurus IKMAL (Ikatan Alumni Jamiah Al Mustafa, lembaga alumnus Iran di Indonesia) yang menyatakan, total alumnus Iran di Indonesia sejak berdirinya Republik Islam Iran (1979) hingga kini tercatat hanya 270 orang. (Baca: Aher Jual Iran untuk Minta Dana dari Arab Saudi?)

Data dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Indonesia pun menunjukkan bahwa warga Indonesia di Iran yang mengikuti pemilu 2014 adalah 289 orang. Angka ini jauh berbeda dengan klaim Aher bahwa setiap tahun ada 3000 orang Indonesia dikirim belajar di Iran.

Namun kemudian muncul pertanyaan, kapankah pertemuan antara Aher dan orang-orang Arab itu terjadi, dan siapakah sebenarnya pengunggah pertama video tersebut?

LI berusaha melacaknya dan menemukan bahwa video tersebut pernah diupload oleh channel You Tube Jawa Barat TV, namun kemudian dihapus atas permintaan seseorang bernama Abdullah Salim. Abdullah menulis di kolom komentar, “Bismillah, mohon dengan hormat untuk menghapus video ini demi kemaslahatan dakwah salafiyin di Indonesia dan menghindari fitnah, ini adalah video yang anak ambil langsung kemarin di Makkah, ana dapat teguran dari Asatidz di Makkah untuk menghapus video tersebut, jazakallahu khairon.”

Berikut ini screenshot-nya:

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Situs takfiri antiliberalnews.com sehari yang lalu (3 Februari) diketahui mengunggah berita berjudul “Video Gubernur Ahmad Heryawan- Diskusikan Program Pemerintah dengan Masyaikh dan Asatidz Arab Saudi“. Namun, ketika di-klik, berita tersebut sudah dihapus. Berikut ini screenshot google search yang memperlihatkan link tersebut dan penghapusan berita.

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

LI berhasil mendapatkan salinan isi berita yang telah dihapus tersebut, yaitu sebagai berikut.

AntiLiberalNews – Maasyaa Allah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berdiskusi mengenai pemerintahan yang mendukung syiar-syiar Islam bersama Masyaikh dan para Asatidz di Arab Saudi. Dengan bahasa Arab fusha, ia menjelaskan program-program islamisasi yang dijalankan pemerintah.

Kang Aher, begitu sapaannya mengatakan bahwa, saat ini ia melakukan pembangunan ma’had syar’i, beasiswa bagi para penghafal Qur’an dan sebagainya sebagai bagian dari program pemerintah.

Terkait maraknya fenomena Syiah, pemimpin yang hafidz Qur’an ini menjelaskan, “Mengapa Syiah tampak kuat? Karena kita melemah. Seandainya kita Ahlussunnah menguat, otomatis kaum Syiah menjadi lemah!”

Merespon kecemerlangan Kang Aher sebagai pemimpin yang mendukung kaum Muslimin, relawan Misi Medis Suriah, Ihsanul Faruqi pun berdoa, “Maasyaa Allah…maasyaa Allah….semoga Allah menjaga beliau, memanjangkan umurnya, dan menjadikan beliau presiden Indonesia selanjutnya.”
Aammiiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Selain itu, website fokusjabar.com juga merilis berita pada tanggal 3 Februari 2016, sebagai berikut.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bersafari menemui para ulama besar dan pimpinan lembaga dakwah di Arab Saudi selepas umrah, guna mempromosikan Jawa Barat.

Mereka yang ditemui antara lain Imam Masjidil Haram Syeikh Faisal Jamil Ghazzawi, Pimpinan Rabithah ‘Alam Islami Syeikh Khalid Al Hamudi, serta para pimpinan lembaga dakwah di Arab Saudi.

“Saya merasa gembira bisa silaturahmi dengan syeikh dan mubaligh di Arab Saudi, ini adalah keberkahan dari perjalanan umrah kali ini. Ini persahabatan diantara kita, yakni persahabatan dalam memaksimalkan kebajikan dan melipatgandakan manfaat secara luas bagi masyarakat,” katanya saat memberikan sambutan.
Aher kemudian menceritakan mempromosikan Jawa Barat, yang mana pemerintahan berdiri guna melipatgandakan kebajikan, terutama dalam membangun generasi terdidik.
“Karena bila generasi tidak terdidik, itu dekat dengan kemiskinan, keterbelakangan, dan kerawan akidah, sehingga program pendidikan terus digaungkan di Jawa Barat. Tapi ruang kebajikan ini masih terbuka, karenanya saya undang saudara-saudara di Arab Saudi turut serta memajukan pembangunan pendidikan di Jawa Barat,” katanya.
video aher6

Dengan demikian bisa disimpulkan, pertemuan Aher dan orang-orang Arab (yang disebut oleh situs antiliberalnews sebagai ‘masyaikh dan asatidz’) terjadi baru-baru ini di Mekah, di sela-sela perjalanan umroh.

Artinya, dalam perbincangan itu, Aher masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Dalam perbincangan mereka, Aher menyebut tentang ancaman Syiah dengan menggunakan data palsu: menyebut ada 3000 pelajar Indonesia setiap tahun dikirim ke Iran, serta mengaitkannya dengan pembangunan pesantren di Jawa Barat dan perlunya Arab Saudi memberikan banyak beasiswa kepada orang Indonesia.

Pertanyaannya, pantaskah sikap Aher sebagai Gubernur Jawa Barat mencari dana asing dengan menggunakan isu sektarian? Dan, mengapa video itu dihapus? (fa)

Berikut ini video percakapan Aher yang diduga ‘menjual’ isu sektarian untuk mencari dana Saudi:

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL