Voa-Islam kembali mengulangi ‘serangan’-nya. Situs ini memang sering sering menebarkan berita-berita provokatif penuh kebencian kepada semua pihak yang tidak sejalan dengan visi misi mereka. Kali ini, yang menjadi ‘korban’ adalah umat Kristiani.

Pada 12 Juli 2015, Voa-Islam merilis artikel berjudul “Menyedihkan, Bulan Ramadhan Ponpres Al-Qadir Ikut Resmikan Gereja di Sleman”. Artikel itu mengkritik sebuah Pesantren Al-Qadir (di Sleman) yang mengirim para santrinya untuk turut mengisi acara dan merayakan peresmian gereja Santo Fransiskus Xaverius.

Yang menyedihkan, dalam artikel itu tercantum kalimat yang dipastikan akan sangat melukai sesama anak bangsa Indonesia yang menganut agama Kristen/Katolik:
“Sesungguhnya gereja itu dibangun semata-mata untuk menyekutukan dan bermaksiat kepada Allah SWT”

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Meskipun si penulis memberikan beberapa dalil untuk mendukung pendapatnya, namun, apakah semudah itu menjatuhkan tuduhan sedemikian vulgar? Bukankah dalam keilmuan Islam pengambilan “fatwa” tidak semata-mata berdasarkan teks, melainkan harus ada proses verifikasi yang rumit? Tidakkah si penulis mengetahui sejarah bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menulis dekrit dalam sebuah piagam untuk melindungi biara St. Catherine Monastery dan para biarawan di dalamnya?

Ya, dekrit itu pernah ditulis pada tahun 628 M. Pada saat itu, utusan dari Biara St. Catherine mengunjungi Nabi Muhammad untuk meminta perlindungan. Nabi pun memberikan perlindungan dengan menuliskan sebuah piagam. Inilah terjemahan isinya,

Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapapun yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka.
Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apapun yang tidak menyenangkan mereka.
Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka.
Sekalipun oleh para hakim-hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, maka akan dikeluarkan dari biara mereka.
Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apapun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.
Jika ada yang mengambil hal-hal tersebut,maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apapun yang mereka benci.
Tidak ada yang dapat memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang.
Umat Islam wajib bertempur untuk mereka.
Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.
Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaikinya dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka.
Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir (akhir dunia).

(Simak catatan perjalanan ke Biara St.Chaterine di sini)

Tindakan Voa-Islam memprovokasi rakyat Indonesia agar saling membenci dan berpecah belah tidak satu kali-dua kali saja. Bahkan untuk itu, kalau perlu situs ini melakukan kebohongan. Misalnya, kasus tuduhan Voa-Islam terhadap KH. Muhyidin Junaidi, tokoh Muhammadiyah dan Ketua Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri. Sampai-sampai, pihak Muhammadiyah kemudian melakukan klarifikasi dan menuntut Voa-Islam menghapus berita dan meminta maaf.

Voa –Islam, sebuah situs yang menurut aktivis muda NU dari berbagai kalangan adalah situs penebar kebencian yang mengatasnamakan Islam, propaganda dan fitnah dari Voa-Islam sudah sangat sering kami kupas secara mendalam, dan bisa di baca kembali di link-link berikut ini:

1. Fitnah Voa Islam atas Grand Mufti Suriah

2. Fitnah Voa Islam atas Ayatullah Khamenei

3. Fitnah Voa Islam atas kematian putra Mufti Suriah

4. Meluruskan makna mulkulturalisme yang ‘dicompang-campingkan’ oleh Voa Islam

5. Voa Islam vs Kabar Islam

Juga di link berikut:

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-teguran-voa-islam-bagian-pertama/

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-teguran-voa-islam-bagian-kedua/

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-teguran-voa-islam-bagian-ketiga/

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-teguran-voa-islam-bagian-keempat-tamat/

(fa/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL