Jon Voight & Angelina Jolie (Photo by Jeff Vespa/WireImage)

Jon Voight & Angelina Jolie (Photo by Jeff Vespa/WireImage)

LiputanIslam.com – Mei lalu, Liputan Islam (LI) menurunkan artikel yang berjudul “Jolie Pelaknat Israel, Ah Masa sih?”. Reaksi pembaca bermacam-macam. Sampai sekarang, masih banyak pembaca LI yang mempercayai Angelina Jolie benar-benar mengutuk Israel.

Benarkah demikian? Secara kasat mata, mungkin demikian adanya. Namun disisi lain, rekam jejaknya juga harus dicatat. Pepe Escobar  wartawan senior Asia Times, menyatakan,“Politik praktis itu bukanlah yang tersurat melainkan apa yang tersirat” (2007). Artinya, tampilan skenario politik yang muncul di panggung hegemoni, seringkali tak mencerminkan sesuatu yang riil dan sebenarnya.

Dina Y. Sulaeman, pengamat Timur Tengah dalam blog-nya mengungkapkan bahwa Angelina Jolie direkrut oleh PBB untuk menjadi ‘juru bicara’ bagi  ‘Humanitarian Intervention’ atau intervensi kemanusiaan atas Suriah. Humanitarian  intervention  adalah serangan militer yang dianggap ‘layak’ untuk dilakukan sebuah negara terhadap negara lain dengan alasan kemanusiaan.

Contoh konkritnya, NATO dianggap boleh menyerang Libya dan menggulingkan Ghaddafi karena konon Ghaddafi adalah diktator yang menyengsarakan rakyatnya. Kini, banyak pihak yang menyerukan serangan militer AS dan NATO ke Syria dengan alasan Assad sudah membunuhi ribuan rakyatnya.

Dengan kata lain, Jolie menyerukan penyerbuan kepada negara Suriah yang berdaulat. Sedangkan disisi lain, Suriah adalah negara yang memiliki catatan sejarah sebagai satu-satunya negara yang hingga hari ini, masih konsisten melawan Israel. Suriah bahkan menjadi negara kedua bagi pengungsi Palestina. Bahkan biro politik Hamas, juga berkantor di Suriah sejak tahun 2000. (Baca: Jutaan Pengungsi Palestina di Suriah)

Bukankah ini sebuah hipokritas akut?

Jon Voight pendukung Israel

Jon Voight pendukung Israel

Yang tidak kalah pentingnya adalah karir si selebritas. Sudah lazim diketahui, bagi siapapun yang disinyalir Anti-Semit – maka dipastikan karirnya hancur. Contoh kasus: Metrotvnews.com melaporkan, West Bromwich Albion kehilangan sponsor utama mereka, akibat ulah Nicolas Anelka yang melakukan selebrasi gol dengan gestur yang dipandang Anti-Semit.

Pengusaha properti Zoopla, sponsor utama West Bromwich Albion yang namanya tampil di jersey klub Liga Primer Inggris memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mereka pada akhir musim ini. “Keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi selama sepekan terkait aksi Nicolas Anelka,” tulis Zoopla dalam keterangan resmi mereka.

Apakah kita melihat karir Jolie hancur pasca pernyataannya yang mengutuk Israel?

Contoh kasus kedua, yang terjadi baru-baru ini terkait agresi militer Zionis Israel di Jalur Gaza. Aktris beken Hollywood dan suaminya kehilangan kontrak akibat pernyataannya yang mengecam Israel. Berikut ini dikutip dari NU Online:

Produsen Hollywood telah mengisyaratkan potensi penolakan aktris Penelope Cruz dan suaminya, aktor Javier Bardem, setelah pasangan Spanyol mengkritik Israel karena serangan di Gaza.

Pada bulan Juli, Bardem dan Cruz menandatangani surat terbuka mengutuk “pembantaian yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel.”

Surat itu menyalahkan pertumpahan darah terbaru pada pendudukan Israel dari wilayah Palestina.

“Gaza hidup melalui horor … sementara masyarakat internasional tidak melakukan apa-apa,” kata surat yang ditandatangani oleh 100 tokoh top di industri film.

Satu “produser top” yang telah bekerja dengan Cruz secara anonim mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa ia tidak akan mempekerjakan dia lagi.

Eksekutif lain atas mengatakan dia “marah pada Javier dan Penelope” dan tidak bisa mengatakan apakah ia akan bekerja dengan pemenang Oscar di masa depan.

Hanya satu pemimpin studio bersedia untuk secara terbuka menyatakan pandangannya.

“Sebagai cucu dari korban Holocaust, aku tahu bahwa siapa pun yang mengatakan apa yang terjadi di Israel genosida vs pertahanan diri adalah bodoh dan tidak boleh berkomentar atau benar-benar anti-Semit.” kata kepala eksekutif Relativity Media Ryan Kavanaugh.

Kavanaugh sebelumnya mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa surat tersebut “membuat darah saya mendidih.” Dia mengatakan bahwa ia menerima lebih dari 500 panggilan, email, dan SMS yang menyetujui komentarnya dalam 24 jam setelah diterbitkan. Dia mengatakan bahwa dukungan termasuk top eksekutif Hollywood.

Tapi, pada akhirnya, dia mengatakan bahwa dia tidak percaya karir para aktor akan dipengaruhi oleh pernyataan mereka selama film mereka berhasil.

Produser film lain berkata, “Saya pikir hal apapun eksekutif atau produsen akan mencoba untuk menghitung sebelum bekerja dengan Penelope Cruz atau Javier Bardem dalam waktu dekat adalah apa nilai mereka di pasar internasional yang sangat penting…. semua tentang bisnis. ”

Virulen selebriti pro-Israel juga mengkritik orang-orang yang menandatangani surat itu. Aktor Jon Voight, pendukung sayap kanan, menulis surat menyerukan Cruz dan Bardem untuk “menggantung kepala Anda sendiri karena malu.”

“Saya meminta semua teman-teman saya yang menandatangani surat racun terhadap Israel untuk memeriksa motif mereka. Bisakah Anda mengambil kembali api anti-Semitisme yang mengamuk di seluruh dunia sekarang?”

Dan, apakah sebuah kebetulan lagi, bahwa ayah Jolie, Jon Voight, begitu mengecam Cruz dan suaminya. Nah, mungkin yang perlu ditanyakan sekarang adalah, pernahkah Jon Voight meminta anaknya – Angelina Jolie—untuk menggantung kepala atas kutukannya kepada Zionis Israel? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL