Sumber: multimedianews.go.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian mengingatkan semua elemen bangsa untuk mewaspadai bangkitnya primordialisme. Menurutnya, di era demokrasi sekarang ini primordialisme harus tetap diwaspadai, karena hal itu dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dampak negatif demokrasi yang patut diwaspadai saat ini adalah mengentalnya sikap primordialisme,” ujar Jenderal Tito saat menghadiri Milad Muhammadiyah Ke-105 di Pagelaran Keraton Yogyakarta, seperti dilansir tempo.co, pada Sabtu (18/11).

Menurutnya, primordialisme yang patut diwaspadai meliputi primordialisme kesukuan, keagamaan, dan kerasan yang mulai tampak di Indonesia belakangan ini. Padahal primordialisme sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.  “Jangan sampai primordialisme ini makin mengental dan memecah belah bangsa kita. Jadi pecahnya dari dalam, bukan dari luar,” ucap Tito.

Ia mencontohkan bahayanya primordialisme adalah kasus pecahnya Yugoslavia menjadi tujuh bagian akibat runtuhnya persatuan di dalam negeri itu. Oleh karenanya, Jenderal Tito mengajak segenap anak bangsa untuk bersama-sama merawat persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. “Kita bersyukur Indonesia masih berdiri kokoh selama 72 tahun. Ini karunia terbesar dari Allah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Jenderal Tito juga mengatakan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi yang turut mendirikan bangsa ini jelas punya kewajiban moral merawat persatuan dan kesatuan itu agar tetap kokoh. Belajar dari kasus berbagai negara yang berantakan karena adanya perpecahan dari dalam, ia berharap Indonesia menjadi bangsa yang kian solid.

“Muhammadiyah bukan sekadar salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, tapi juga bagian pendiri bangsa ini. Jika kita solid, timbul persatuan. Jika bersatu, akan lebih mampu bertarung menghadapi persaingan global,” katanya. (Ar/Tempo).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL