5elafabook

5elafabook

LiputanIslam.com — Pergerakan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di media sosial semakin menunjukkan eksistensinya, terbukti dari  dirilisnya jejaring sosial 5elafabook. Sepintas, jejaring sosial ini mengadopsi dari fitur Facebook.

Beralamat di 5selafabook.com, di halaman depan terdapat gambaran peta dunia yang dihiasi dengan bendera hitam ISIS dan kalimat-kalimat yang memuji kebesaran Allah. Dari laporan Middle East Eye, 5elafabook diciptakan untuk menjadi salah satu alternatif bagi pendukung ISIS untuk menyebarkan ideologi maupun propaganda –mengingat ketatnya peraturan di Twitter maupun Facebook kadang menjadi batu sandungan.

Website yang didukung dengan berbagai konten ini, diketahui menggunakan hosting GoDaddy, sebuah perusahaan yang berbasis di London.

Dengan menggunakan 5elafabook, pengguna bisa membuat profil lengkap dengan avatar dan informasi pribadi. Situs ini juga mendukung layanan perpesanan dan trending tagar. Namun kendati desainnya cukup canggih, namun layanannya dikabarkan sering down karena bermasalah pada pemeliharaan dan kapasitas.

Pengguna 5elafabok dilarang untuk mengupload foto pribadi, dan seolah-olah memperlihatkan kebijaksanaan, para pendukung ISIS diminta untuk bersabar dalam menggadapi siapapun yang masih antipati terhadap ISIS.

Dari laporan Brookings disebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 90.000 akun pendukung ISIS yang aktif di Twitter yang senantiasa menebarkan ajakan kepada masyarakat untuk turut mendukung ISIS.

Halaman depan 5elafabook

Halaman depan 5elafabook

Berhubung di halaman depan 5elafabook dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang begitu indah, netizen perlu lebih waspada dan mengingatkan kepada keluarga, kerabat maupun sahabat agar tidak terpengaruh dengan segala bujuk rayu kelompok ini. Di balik kalimat-kalimat yang memuji Allah ini, harus diingat ada genangan air mata, ada darah yang tertumpah dari rakyat Suriah dan Irak akibat kekejaman ISIS.

Indonesia Siaga ISIS

Hingga hari ini, 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki belum juga ditemukan. Kuat dugaan, bahwa mereka bergabung dengan kelompok ISIS. Jika dugaan ini benar adanya, maka peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa berbahanya penyebaran ideologi yang dilakukan melalui jejaring sosial.

Saat ini, pergerakan ISIS dilarang di Indonesia. Praktis, segala bentuk kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan ISIS sangat sulit untuk diadakan. Seminar, deklarasi, baiat atau semacamnya, berulang kali dibatalkan oleh warga yang tidak menginginkan pengaruh ISIS meluas. Namun, mengapa sampai hari ini, masih saja ada masyarakat Indonesia yang masih mendukung ISIS?

Satu-satunya jalan yang paling mudah bagi ISIS untuk merekrut anggota baru adalah jejaring sosial, karena bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Cukup dengan bermodal hanphone, maka jaringan kelompok teror pun meluas. Mau tak mau, pemerintah harus lebih serius dan tegas dalam menyikapi pergerakan kelompok teror ini di dunia maya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*