LiputanIslam.com — Tahukah Anda, Iran sebelum Revolusi Islam tahun 1979, Iran adalah negara satelit Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Dengan dukungan AS, militer Iran paling mengerikan terlima di dunia?

Melalui Iran, strategi-strategi penjajahan dan penguasaan Timur Tengah dirancang AS. Syah Pahlevi Iran yang didukung AS adalah Raja Teluk Persia, raja-raja Arab tunduk padanya. Setiap bicara dengan Syah, mereka gagap, gemetaran, tidak berani menatap mata dan merasa rendah diri. Begitu bersalaman dengan Syah mereka menundukkan badan, setunduk-tunduknya.

Tidak ada dari mereka yang berani menyinggung Iran apalagi mencoba-coba cari masalah. Tidak ada mufti Arab satupun yang saat itu berani menyinggung-nyinggung masalah Syiah, mazhab yang dianut Syah Pahlevi dan mayoritas rakyat Iran. Apalagi sampai menyebut ‘Syiah sesat’, ‘Iran Majusi, atau mengatakan ‘musuh Islam terbesar adalah Syiah dan Iran’.

Tahukah anda, kapan pemerintah Saudi mengosongkan Haramain? saat Syah Pahlevi Iran naik haji atau umrah, untuk menjamin kenyamanan dan keamanannya.

Dan sekarang, mengapa yang terjadi sebaliknya? Mengapa Raja-raja Arab malah berlaku kurang ajar pada Iran, mengapa para muftinya mulai menyinggung-nyinggung Syiah? bahkan menyebut-nyebut Iran bukan Negara Islam melainkan Negara Majusi?

Jawabannya adalah ketika AS diusir dari Iran oleh Imam Khomeini melalui Revolusi Islam. AS kemudian beralih ke Arab Saudi. Raja-raja Arab menyambut AS dengan suka cita. Kejatuhan Syah Iran oleh kebangkitan Imam Khomeini, sekaligus mengalihkan penguasaan Timur Tengah ke Raja-raja Arab.

Iran serta merta terkucil, negara-negara tetangga mulai mengusik dan kurang ajar. Irak dibantu koalisi Arab dan dukungan AS mengagresi Iran selama 8 tahun, ulama-ulama bayaran dan mufti-mufti sewaaan mulai angkat bicara, mereka koar-koar akan kesesatan Imam Khomeini dan Syiah. Mereka menyebut-nyebut Iran Negara Majusi dan musuh umat Islam.

Jamaah haji Iran yang dimasa Syah mendapat pelayanan paling istimewa, sejak kejatuhan Syah, jamaah Iran malah dipukuli, dikejar-kejar dan dianggap hendak mengotori kesucian Ka’bah, bahkan Teluk Persia oleh Raja-raja Arab mau diganti namanya menjadi Teluk Arab.

Mengapa terjadi perubahan drastis sedemikian rupa?

Iran yang disegani Arab Saudi adalah Iran yang Syiahnya Syah Pahlevi, Syiah yang pro-AS, Syiah yang patuh pada kemauan dan pendiktean AS.

Sekarang Syiah di Iran, adalah Syiahnya Imam Khomeini. Syiah yang menentang keras penjajahan dan penindasan. Bendera yang dikibarkan adalah bendera perlawanan dan penentangan terhadap penjajahan dunia Islam oleh AS dan sekutunya. Syiah yang mendengungkan kemandirian dan pantang dihina.

Syiah yang sesat dimata Raja-raja Arab pro AS, adalah Syiah yang bersikeras meninggikan kalimat tauhid dan penyembahan hanya kepada Allah Swt. Syiah yang menempatkan hanya orang-orang saleh yang berhak memimpin dan menjadi imam atas ummat. Syiah yang mengemban misi suci Islam yang sebenarnya.

Buka matamu, meleklah melihat sejarah, agar kau tidak tenggelam dalam kebodohan dan tipu daya musuh-musuhmu. Musuh kita adalah kebijakan-kebijakan politik luar negeri AS dan Zionis, senjata kita adalah persatuan Islam. (ba)

——

Artikel ini disalin dari tulisan Ismail Amin, mahasiswa Indonesia yang menetap di Iran.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL