LiputanIslam.com — Seorang warga negara Indonesia dari organisasi NU (berinisial MAM), yang tinggal di Damaskus mengunggah beberapa foto-foto terbaru Masjid Agung Umayah dari berbagai sudut. Selain itu, MAM juga mengunggah beberapa aktivitasnya di Damaskus seperti mengikuti pengajian agama, berziarah ke makam orang-orang sholeh seperti Salahudin al-Ayubi ra dan Sheikh Ramadhan al-Buthy ra.

Masjid Agung Umayyah, berlokasi di kota Damaskus, adalah masjid yang termasuk terbesar dan tertua di dunia. Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Al-Walid bin Abdul-Malik dari Bani Umayyah tahun 88-97 Hijriyah atau 706-715 Masehi, di kota Damaskus, Suriah. Jadi terhitung sampai hari meletusnya pemberontakan, kurang lebih telah 1.300 tahun lamanya masjid tersebut berdiri kokoh dan dijaga turun temurun.

Foto ini menjadi saksi bisu atas apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah. Di suatu wilayah di Suriah yang berada dibawah kontrol Tentara Suriah, masyarakatnya bisa bernafas dengan lega. Mereka bisa jalan-jalan, bisa bersekolah, bisa ke masjid, bisa beraktivitas dengan normal. Bandingkan dengan wilayah yang dikuasai oleh pihak pemberontak Suriah seperti di Allepo, di Kamp Yarmouk dll, wilayah itu niscaya akan menjadi neraka dunia yang kacau balau dan banjir darah pun terjadi.

masjid umayah

Senja hari di Jami’ Bani Umayyah al Kabir (Masjid Besar Umawi).
Dalam gambar terlihat suasana sekitar masjid, cungkup Makam Sultan Salahuddin al Ayyubi (Pembebas Masjid al Aqsha pada waktu perang salib), menara masjid dengan jam mataharinya dan makam Syeikhuna Muhammd Said Ramadhan al Buthi yang berdampingan dengan makam Sultan Shalahuddin al Ayyubi Damascus Suriah

masjid umayah 1

Senja hari di Jami’ Bani Umayyah al Kabir (Masjid Besar Umawi).
Dalam gambar terlihat suasana sekitar masjid, cungkup Makam Sultan Salahuddin al Ayyubi (Pembebas Masjid al Aqsha pada waktu perang salib), menara masjid dengan jam mataharinya dan makam Syeikhuna Muhammd Said Ramadhan al Buthi yang berdampingan dengan makam Sultan Shalahuddin al Ayyubi
Damascus Suriah

masjid umayah makam salahudin

Senja hari di Jami’ Bani Umayyah al Kabir (Masjid Besar Umawi).
Dalam gambar terlihat suasana sekitar masjid, cungkup Makam Sultan Salahuddin al Ayyubi (Pembebas Masjid al Aqsha pada waktu perang salib), menara masjid dengan jam mataharinya dan makam Syeikhuna Muhammd Said Ramadhan al Buthi yang berdampingan dengan makam Sultan Shalahuddin al Ayyubi
Damascus Suriah

pengajian damaskus

Pengajian bersama Syeikh Prof. DR. Wahbah al Zuhaily di Masjid Utsman al Kwaity Damascus Suriah. Selasa, 11/02/2014

 

pengajian damaskus1

Suasana pengajian kitab “Muqoddimah ibn Solaah” bersama Fadilah Syeikh dr. Badiul Lahham (pakar Ilmu Mustolah Hadits)di masjid Umawy Damaskus, 10/2/2014

kafetaria

Cafeteria Fakultas Syari’ah Ma’had Syam Aly Mujamma’ Syeikh Ahmad Kaftaru Damascus Suriah, 12/02/2014

 Info dari Ustadz Agus Nizami (pengelola website mediaislam.com) :

“Foto ini adalah pengajian Ahlus Sunnah wal Jama’ah di masjid Umawy Damaskus Suriah.
Yang memposting dan meyebarkan adalah mahasiswa Indonesia (NU) yang kuliah di Damaskus.
Menurutnya, semua tempat ibadah (agama dan aliran apa pun) dibebaskan biaya air dan listrik oleh negara. Para Imam dan Khotib digaji oleh negara. Tentu saja yang mendapat bantuan terbesar adalah kaum Sunni yang merupakan 74% dari penduduk Suriah.
Masuk akal tidak jika ada cerita satu pemerintah ingin melenyapkan 74% dari penduduknya yang merupakan pembayar pajak?”

Suriah, semoga cepat  damai dan berseri kembali seperti dulu. Aamiin (LiputanIslam.com/AF)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL