Mideast-Lebanon-Bulga_HoroLiputanIslam.com — Mendengar nama Hizbullah, kita selalu dibawa larut dengan segala bentuk perjuangan mereka di medan pertempuran. Jarang sekali ada artikel yang mengungkap sisi lain Hizbullah, seperti bagaimana mereka membangun kembali Lebanon yang luluh lantak setelah perang melawan Israel. Gelar terorist yang dihadiahkan Israel, dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh Uni Eropa, dan kecaman demi kecaman kaum Takfiri kepada Hizbullah pasca terjunnya mereka ke dalam konflik Suriah seolah- olah sengaja menutupi segala ‘kebaikan’ yang dilakukan Hizbullah untuk melayani umat.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada penulis yang mengabadikan pengabdian Hizbullah. Dalam sebuah artikel lawas, New York Times pernah menurunkan artikel yang menyanjung muqawwama tersebut. Kurang lebih isinya sebagai berikut:

Hizbullah yang membiayai operasi cesar istrinya. Membawakannya minyak zaitun, gula  dan kacang ketika dia kehilangan pekerjaan, bahkan untuk operasi pada hidungnya yang patah, lagi- lagi Hizbullah yang membantunya.

Ahmed Awali, seorang muslim Syiah yang tinggal di Lebanon selatan dan berprofesi sebagai penjaga keamanan di sebuah gedung apartemen, mengakui bahwa dia telah menerima bantuan dari Hizbullah selama bertahun-tahun kendatipun dia bukanlah anggota Hizbullah, bahkan dia sama sekali tidak mengetahui nama-nama anggota Hizbullah yang kerap membantunya tersebut.

Pejuang Hizbullah bergerak seperti bayangan — melintasi pegunungan dari Lebanon selatan, menjadi pekerja di kota-kota dan desa-desa layaknya hantu [sulit , dan telah melebur dalam  kehidupan masyarakat .

Mereka membantu biaya pengobatan,  menawarkan asuransi kesehatan , membayar uang sekolah dan menanamkan modal untuk masyarakat yang merintis usaha kecil. Mereka tidak terlihat, tetapi sesungguhnya mereka ada dimana mana , menyediakan berbagai pelayanan penting- yang selama bertahun tahun tidak mampu dipenuhi oleh pemerintah Lebanon.

Kegiatan kemanusiaan yang mereka lakukan perlahan menumbuhkan loyalitas yang mendalam di kalangan muslim Syiah, yang selama bertahun tahun dianggap sebagai warga kelas bawah di Lebanon. Kini mereka bisa berbangga hati, dengan hadirnya Hizbullah yang sepertinya mampu membawa muslim Syiah mendapatkan ‘identitas’ baru.

Hizbullah ada disini dan  di mana-mana. Di kota, di pintu gerbang ke pertempuran dan di beberapa lokasi rumah sakit yang berperan penting di Lebanon, ditemukan petunjuk tentang (keberadaan) pejuangnya setiap hari .

Pada hari Rabu, pemakaman massal dibatalkan. Pihak berwenang mengatakan ada ancaman terkait  keamanan. Beberapa menit kemudian, suara roket yang dahsyat pun terdengar, yang mana roket tersebut  diluncurkan dari daerah di dekat pemakaman.

“Hanya karena aku duduk di sini di kafe ini bukan berarti aku bukan seorang pejuang perlawanan,” kata Haidar Fayadh, pemilik kafe, yang merokok dan meneguk kopi dari gelas plastik kecil di dekat gambar Sayyid Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah .

” Semua  orang memiliki senjata di rumahnya,” katanya .

” Ada dokter , guru dan petani. Hizbullah is people, people are Hizbullah”

Kelompok ini sangat  terdesentralisasi dan sangat terorganisir. Bapak Awali, yang tugasnya sebagai penjaga (security) dengan upah $170 per bulan, upah dibawah rata-rata, kehabisan uang untuk kebutuhan makanan pasca anak kedua lahir. Dia menceritakan hal ini kepada salah satu tetangganya, dan hari berikutnya muncul orang-orang dengan kantong belanjaan di kamar apartemennya.

Mengenai asuransi kesehatan, ketika Ms Haidar menghadapi kehamilan yang sulit. Mereka mengajukan permohonan dan menerima asuransi dengan mengirimkan foto-foto dan mengisi dokumen. Seseorang dari Hizbullah – ia tidak mengidentifikasi dirinya – datang untuk memeriksa apartemen mereka, dan bertanya tentang keuangan mereka, lalu memeriksa aplikasi.

Mereka mengeluarkan kartu medis yang dapat mereka gunakan di rumah sakit manapun di Lebanon. $1.500 dibutuhkan untuk membayar operasi caesar Mrs Haidar yang tengah berjalan. Untuk asuransi, Hizbullah menyediakan khusus untuk masyarakat yang kurang mampu dengan hanya membayar sekitar $10 per bulan.

Cara berhubungan dengan Hizbullah tidak dengan langsung bertemu anggotanya. Pejuangnya adalah bagian dari masyarakat di tengah tengah mereka, dan mengidentifikasinya hampir tidak mungkin. Di jalan gunung tidak jauh dari perbatasan Israel pada hari Selasa, sebuah Toyota diparkir dengan pintu terbuka. Beberapa orang berpakaian biasa berdiri di jalan. Mereka terburu-buru. Satu orang  membawa radio genggam, alat komunikasi yang biasa digunakan Hizbullah. Mereka menolak difoto dan menjauh saat berusaha didekati.

Keesokan harinya, orang yang sama, dalam pakaian yang sama, berdiri di tempat parkir rumah sakit sebagai otoritas rumah sakit bersiap-siap untuk menguburkan mayat di sebuah kuburan massal.

“Mereka adalah hantu. Tidak ada yang tahu mereka.”

Anggota Hizbullah juga bertindak layaknya polisi bisu, menjaga keamanan lingkungan. Mereka ada dalam angkutan umum, mereka bertanya jika ada keributan. Beberapa warga yang tahu anggota Hizbullah mengatakan mereka dilatih dan dipersiapkan sampai lima tahun sebelum menjadi anggota penuh. Sayap militer bersifat  sangat rahasia bahkan kadang-kadang teman-teman dan anggota keluarganya sendiri tidak tahu orang yang dicintainya adalah bagian dari muqawwama.

eramuslimKonflik Suriah, dan Hizbullah.

Pada akhirnya, Hizbullah memang secara terang terangan terjun ke medan pertempuran Suriah. Hizbullah sangat menyadari, bahwa jatuhnya Suriah ke plot zionist akan mengancam eksistensi dari plot anti Israel. Bermula dari itulah, perlahan Hizbullah yang sebelumnya dipuji sebagai pahlawan karena telah berhasil mempermalukan Israel, tiba tiba sekarang dicaci maki, di hujat oleh sebagian umat Islam yang juga mengaku anti Israel. Bahkan saking bencinya kepada Hizbullah, dengan fasihnya mereka berucap ‘Hizbusyaiton atau Hizbulatta’ untuk menyebut Hizbullah. Tapi Hizbullah tidak bergeming dan tetap mendukung Bashar al Assad.

Eramuslim, sebuah media Islam pendukung pemberontak d Suriah, pada tahun 2006  menuliskan artikel yang memuji Hizbullah atas keberhasilannya mengalahkan Israel, dan seperti amnesia, di tahun 2013 Eramuslim menurunkan berita yang sangat berbau sekterian yang menyudutkan Hizbullah dan membiaskan informasi dengan menyamakan takfiri dengan muslim Sunni.

HTI

Tidak hanya Eramuslim, HTI juga setali tiga uang. Di tahun 2006  menurunkan artikel yang tidak menutupi kebanggaannya akan Hizbullah yang mampu membuat ciut nyali Israel, namun di tahun 2013 dalam sebuah artikel panjang, HTI mengecam Hizbullah habis habisan.

Mungkin, Sayyid Hasan Nasrallah sudah menyadari betul apa yang akan dihadapi Hizbullah dengan sikap politik mereka yang selalu berseberangan dengan zionist, sehingga dalam sebuah pidatonya beliau berkata dengan tegas,

“Jika kalian berpikir bahwa melalui pembunuhan terhadap perempuan-peremuan kita, anak-anak kita dan mereka yang tidak bersalah, dan menghancurkan lingkungan kita, desa dan kota kita, kita mungkin mundur dari visi, wawasan atau posisi yang kita ambil, kalian sedang berhalunisasi!” (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL