LiputanIslam.com–Pengamat Timur Tengah, Dr. Dina Y. Sulaeman, yang tulisannya akhir-akhir ini sangat viral di media sosial, mendapatkan ‘serangan’ berupa pemblokiran dan “penundaan” (suspend) akun. Sejak kemarin sore, akun facebooknya tidak bisa diakses lagi. Sementara itu, di jagad facebook, banyak orang memperdebatkan isi tulisannya. Banyak yang membantah Dina dengan cara mengunggah foto-foto yang diklaim sebagai “korban kekejaman Assad di Aleppo”.

Dina kemudian memberikan tanggapan lewat blog pribadinya. Sebagian akan disalin LI di rubrik ini, yang terkait dengan klarifikasi foto-foto hoax.

Foto 1.

aleppo2

Ini adalah foto wanita Irak yang menangisi suaminya yang tewas di tangan teroris. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia ahun 2013 pernah menggunakan foto ini beserta foto korban gempa bumi di Azerbaijan dan disebut sebagai korban kejahatan Assad. Baca selengkapnya klarifikasi hoax di sini.

FYI, Hizbut Tahrir Suriah adalah salah satu faksi pemberontak di Suriah. Ada pengakuan dari Jubir HT bahwa HT berjanji setia dengan grup teror “anak” Al Qaida, Jabhah Al Nusra, (baca di sini). Tidak heran bila HTI salah satu yang paling keras suaranya di Indonesia ketika JN [dan “anak2”-nya, karena mereka bertransformasi dengan berbagai nama] terusir dari Aleppo dan meminta “Khalifah” Jokowi mengirim pasukan ke Suriah. [yang lainnya: faksi Ikhwanul Muslimin, di Indonesia banyak aktivis IM yang berafiliasi dengan PKS, baca di sini]

Foto 2

icha2

Sedikit googling, ketemu:

-Foto atas adalah gambar di Irak., pernah diposting orang thn 2014. Artinya, tdk mungkin itu di Aleppo 2016. Ini postingan thn 2014 itu:

icha4

-Foto bawah: orang2 Kurdi korban senjata kimia Saddam (Irak) tahun 80-an. Pernah dipublish orang di blog ini tahun 2013, artinya tidak mungkin ini foto Aleppo 2016.

Foto 3
Namun, ada juga foto yang tidak mudah dicari “jawabannya”. Kenapa? Ya iyalah, bego kali lah para pembuat hoax kalau pakai cara-cara lama terus. (Kompilasi hoax “cara lama” mereka, ada 123 halaman, silahkan diunduh di sini). Mereka berpindah teknik dengan membuat staged photo dan staged video (foto/video rekayasa). Contoh staged video dan foto bisa di sini (tentang ‘Bocah di Kursi Oranye’). Kalau sudah terbiasa mengamati, biasanya akan langsung mendeteksi.

Nah salah satu foto yang saya deteksi sebagai staged photo:

aleppo6

Argumen saya:

Foto ini sudah saya googling habis-habisan, penyebarnya hampir semua Twitter dan sedikit web tak terkenal. Logikanya, bila ini riil pastilah media mainstream tidak akan melewatkannya untuk memasangnya di halaman depan. Lha foto bocah di kursi oranye saja disiarkan secara serempak kok. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah blog milik orang Rusia yang memposting dua foto ini bersamaan:

aleppo7

Voila! Lihat logo foto (dan topi yang dipakai si rescuer) di atas: White Helmets, lembaga “amal” yang didirikan intel Inggris dan didanai ratusan juta dollar oleh AS, Inggris, UE. Baca track record WH bikin video palsu di sini (dari video, bisa di-capture, jadilah foto).

Bahkan sekelas BBC pun ketahuan membuat film hoax terkait “korban serangan senjata kimia Assad”dengan teknik yang canggih, yang bisa menganalisis adalah orang yang paham dunia medis. Lembaga amal sekelas Medicine San Frontier pun di Suriah juga terlibat dalam hoax, baca di sini.

Footage video WH sebelum diedit terbongkar ke publik, bisa simak di sini terlihat bahwa proses penyelamatan “korban bom Assad” adalah staged (diperankan oleh “aktor”, pura2):

Komentar LI: Hari gini masih percaya hoax? Ada Aqua?

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL