Sumber foto: Ismail Amin

Wanita Iran kena razia, foto: Ismail Amin

LiputanIslam.com — Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, Iran menjadi sebuah negara yang berlandaskan hukum-hukum Islam yang bermazhab Syiah. Hal tersebut merupakan hasil referendum yang diawasi oleh PBB – dan 98,2 % rakyat Iran memilih bentuk negara yang berdasarkan syariat Islam.

Tentunya, sesuai dengan aturan yang berlaku – maka untuk kaum hawa di Iran wajib menutup aurat dengan benar. Tentu, ada yang patuh pada aturan, dan ada yang tidak.

“Terkait baju, perempuan di Iran apapun agama dan bangsanya (termasuk turis asing yang Iran), wajib berjilbab. Namun, model jilbab yang dipakai akan sesuai dengan kesalehan masing-masing. Ada yang berjilbab dengan serius karena menyadari itu kewajiban, ada yang juga yang asal-asalan, yang penting ada kerudung nempel di kepala.” (Dina Y. Sulaeman, penulis dan pengamat Timur Tengah)

Dahlan Iskan Menteri BUMN  juga mengamati cara perempuan Iran berpakaian. Semua perempuan diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk orang asing), tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Jadi berbeda dengan jilbab yang tidak memperbolehkan rambut terlihat sama sekali, ataupun burqa atau cadar yang menutup seluruh bagian wajah perempuan. Rambut perempuan Iran bagian depan ini pun punya gaya masing-masing yang menjadi mode tersendiri.

“Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak adaang berpakaian merangsang,”

Dan bagi wanita Iran yang melanggar aturan tersebut, maka akan ada polisi syariah yang menegurnya (lihat foto di samping).

Foto: Detik

Foto: Detik

Di Iran, Ada Pantai Khusus Wanita

Akibat peraturan harus menutup  aurat, wanita-wanita yang berada di Iran tidak bisa berenang atau berjemur di sembarang tempat. Untuk mengatasinya, Iran memberlakukan kebijakan khusus pada sebuah pantai, hanya bisa dimasuki oleh kaum wanita.

Pantai khusus wanita itu, terletak di  Pulau Kish dikawasan Teluk Persia yang dijaga dengan ketat oleh petugas perempuan. Hanya wanita yang boleh masuk. Tidak hanya itu, demi menjaga keamanan, para wanita ini juga tidak diperbolehkan membawa segala macam bentuk kamera.

Para wanita bisa bebas berenang tanpa takut terlihat orang lain karena ada tembok setinggi 3 meter yang memisahkan pantai ini dari pantai lain. Meski begitu, tetap ada petugas yang mengingatkan para turis saat sudah berenang terlalu jauh dari bibir pantai karena bisa terlihat orang lain. Di sini, para wanita bisa bebas melepas hijab dan mengenakan pakaian favorit mereka.

Upaya-upaya yang ditempuh oleh pemerintah Iran bertujuan untuk menegakkan syariat Islam, bukan untuk mengekang kebebasan wanita sebagaimana yang sering dipropagandakan oleh media Barat. Dilain pihak di kalangan umat Islam juga banyak yang mencemooh lantaran cara berpakaian wanita Iran masih belum syar’i.

“Kok masih kelihatan rambutnya?”

“Kok menggunakan celana ketat?”

Hal itu tak ada ubahnya dengan para muslimah di Indonesia, kendati menutup aurat telah diwajibkan, namun masih ada jutaan muslimah di negeri ini yang memilih untuk tidak menutupinya. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL