detik

Sumber foto: Detik.com

LiputanIslam.com — Di minggu ketiga bulan ini, beredar kabar bahwa Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo bekerjasama dengan Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) akan menyelenggarakan Konferensi Internasional dengan tema “Konsolidasi Jaringan Ulama Internasional dalam Meneguhkan Kembali Nlai-Nilai Islam Moderat.” Konferensi Internasional dalam rangka Perayaan 1 Abad Ponpes Salafiyah Syafi’iyah ini akan diadakan pada 28-30 Maret 2014 di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Jawa Timur.

Disebutkan bahwa ulama yang hadir adalah :

  • Prof. Dr. Syeikh Ali Juma’ah Muhammad (Mufti Mesir)
  • Prof. Dr. Syekh Wahbah Az Zuhaili (Pakar Fiqih Syiria)
  • Syeikh Ahmad Badreddin Hassoun (Mufti Syria)
  • Syeikh Muhammad Rasyid Kabbani (Mufti Lebanon)
  • Dr. Muhammad Imarah (Tokoh Pemikir Islam Mesir)
  • Dr. Taufiq al-Buthi (Ketua Persatuan Ulama Negeri Syam)
  • Habib Ali bin Abdurrahman Al Jufri (Ulama Hadramaut)
  • Syekh Muhammad Yisif (Mufti Maroko)
  • Syekh Abdul Karim Ad Dhibagh dan
  • Syekh Hasani Lancene bin Muhammed,

Dalam daftar ulama yang hadir, Grand Mufti Suriah pun dijadwalkan akan turut meramaikan acara tersebut. Lalu, pada tanggal 29/3/2014, Detik.com merilis berita, bahwasaya Konferensi itu dihadiri perwakilan ulama dari mancanegara termasuk negara-negara Timur Tengah, diantaranya Syeikh Ali Jumah (Mesir), Syeikh Ahmad Badrudin Hassoun (Syria), Dr. M. Yisif (Maroko), Syeikh Abdul Karim Dibaghi (Aljazair), Syeikh Mahdi Bin Ahmad Assumaidi (Irak). Selain itu, hadir intelektual Mesir Dr Moh Imaroh dan kolumnis harian Al Ahrom Mesir, Fahmi Huawaidi.

Sebelumnya Liputan Islam menerima kabar dari sumber-sumber di Suriah bahwa Syeikh Hassoun tidak akan menghadiri acara tersebut. Sehingga membaca berita dari Detik yang menyebutkan kehadiran Mufti Suriah, Liputan Islam kembali menanyakan kebenaran berita ini. Berikut wawancara singkat kami dengan Ustad MM, seorang warga NU yang kini tengah belajar di Suriah dan sering bertatap muka dengan Mufti Damaskus.

Liputan Islam: Assalamu’alaikum Ustadz, saya mohon klarifikasinya http://news.detik.com/surabaya/read/2014/03/29/092003/2540365/475/ke-banyuwangi-ulama-timur-tengah-kampanyekan-deradikalisasi?9922022. Disana disebutkan bahwa Sheikh Hassoun datang

Keterangan dari Bapak Hasyim juga menyatakan bahwa beliau mengundang Syeikh Hassoun, tapi kami juga melihat status Bapak Seif (staf KBRI untuk Suriah) yang menyatakan  bahwa beliau tidak datang. Beritanya simpang siur, mana yang benar Ustadz?

Ustadz MM:  Wa’alaikumsalam. Kalau beliau datang ke acara tersebut, sangat tidak rasional jika media membiarkan begitu saja tanpa pemberitaan khusus. Minimal wawancara. Banyak media siap mewawancarai beliau. Lagi pula waktu tanggal 26 Maret, alumni Suriah menggelar haul 1 tahun kepergian Syeikhuna al-Buthi. Dan beliau tidak ada disitu. Padahal Dr. Hassoun itu salah satu murid beliau [Syeikh Buthi]. Yang datang Syeikh Wahbah Zuhaily, teman beliau semasa menuntut ilmu sejak kecil. Mungkin itu salah tulis dari tim Detik News.

Saya juga sudah konfirmasi kembali, menurut teman saya yang mendampingi Syeikh Wahbah Zuhaily di  ICIS,  Dr. Hassun tidak datang ke Indonesia.  Dari Suriah diwakili oleh  Syeikh Wahbah. Kalau foto yang di artikel itu, salah satunya adalah Syeikh Qabani, Grand Mufti Lebanon.

 *****

Sepertinya benar apa yang diisampaikan oleh Ustadz MM,  Detik.com salah tulis, atau kurang hati-hati. Masih belum terlambat untuk meralat.  (LiputanIslam.com/ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL