LiputanIslam.com — Menelusuri kondisi terkini Yaman yang sebenar-benarnya, jauh lebih sulit dibandingkan dengan menelusuri Suriah dan Irak. Krisis di Yaman yang selama setahun terakhir telah menelan setidaknya 10.000 korban jiwa, nampaknya tidak terlalu menarik bagi media-media mainstream. Tidak banyak yang memberitakan bagaimana Saudi menghujani Yaman dengan bom curah, atau ketika Saudi menargetkan pesta pernikahan dan rumah sakit.

Alhamdulillah, masih ada media sosial sebagai alternatif. Alhamdulillah, masih ada jurnalis, akademisi, dan aktvis independen yang masih punya nurani, yang secara aktif dan berkelanjutan mengabarkan serangkaian peristiwa di Yaman selama 24 jam. Laporan yang mereka sampaikan tak jarang berlawanan dengan apa yang disampaikan media massa.

Misalnya operasi militer di Mukalla yang terjadi kemarin. AFP melaporkan, ada 800 kelompok teroris Al Qaeda in Arabian Peninsula (AQAP) tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Arab Saudi dan sekutunya. Berita tersebut awalnya dimuat dalam tautan berikut ini: https://www.afp.com/en/news/15/800-al-qaeda-fighters-killed-yemen-anti-jihad-offensive-arab-coalition

Namun pagi ini, ketika tautan tersebut dibuka kembali, ternyata artikel tersebut telah menghilang. Berikut tampilannya saat ini:

AFP

Tahukah Anda, apa penyebabnya?

Liputan Islam meneliti satu persatu tweet dari beberapa aktivis yang saat ini berada di Yaman. Berikut ini poin-poin penting yang disampaikan.

  1. Pasukan Koalisi Arab, yang mendukung beberapa suku-suku maupun kelompok separatis di Yaman, memang berkoar-koar melakukan serangan ke Mukalla untuk menumpas AQAP.
  2. Karena adanya agenda operasi offensif, dilaporkan bahwa ada AQAP menyingkir ke Al-Baydah.
  3. Serangan udara benar-benar dilakukan, namun tidak merubah apapun, kecuali semakin banyaknya infrastruktur yang hancur.
  4. Hanya dalam 12 jam, pasukan Koalisi Arab mengklaim bahwa ada 800 anggota AQAP yang telah tewas. Namun aktivis-aktivis ini meragukannya. “Dear King Salman, tolong tunjukkan kepada kami foto 800 mayat anggota AQAP yang telah kalian gempur,” tulis Haykal Bafana, seorang pengacara asal Singapura yang saat ini berada di Yaman.
  5. Pihak AQAP sendiri menyatakan tidak ada anggota yang tewas ataupun persenjataan mereka yang rusak.

Akhirnya, klaim Koalisi Arab berujung menjadi olok-olok di media sosial. Kita tahu, ciri khas kelompok-kelompok teroris seperti ini adalah mensiagakan anggota-anggotanya di berbagai titik, termasuk di bawah tanah. Untuk menggempur kelompok militan, metode yang paling efektif adalah perang gerilya. Sedangkan serangan udara efektif digunakan untuk menggempur markas, kendaraan, ataupun persediaan logistik.

Jika kita bicara logika, menewaskan 800 teroris dalam 12 jam melalui serangan udara adalah hal yang sangat mustahil. Seandainya Koalisi Arab memang sehebat itu, bukankah seharusnya pejuang Ansarullah sudah berhasil mereka taklukkan sejak lama? Dan jika memang klaim mereka benar, mengapa tidak ada satupun foto mayat bergelimpangan yang mereka rilis?

Dan jika memang klaim itu benar, mengapa AFP harus susah payah menghapus artikel yang mereka buat?

Setelahnya, AFP merilis ulang artikel dengan judul yang berbeda, yaitu “Arab Coalition Claims 800 Al Qaeda Fighters Killed in Yemen, yang bisa dilihat di tautan ini: https://www.afp.com/en/news/15/arab-coalition-claims-800-al-qaeda-fighters-killed-yemen. Artikel baru ini jelas menekankan, bahwa tewasnya anggota Al Qaeda semata-mata adalah “KLAIM” dari pasukan Koalisi Arab. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL