Laporan Haaretz

Laporan Haaretz, klik untuk memperbesar

LiputanIslam.com — Mereka, yang mendukung kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejak awal memang telah meyakini beberapa hal, seperti; ISIS tengah berjihad untuk menegakkan khilafah dan syariat Islam, ISIS tengah berjihad untuk melindungi umat Islam dari kejahatan yang dilakukan oleh penguasa di wilayah tersebut.  Argumen seilmiah apapun yang kita lontarkan untuk membantah klaim palsu tersebut, mereka tetap tidak akan bergeming. Namun sebuah realitas, tetaplah harus disampaikan, karena mengetahui kebenaran tetapi berdiam diri, adalah sebuah kejahatan yang besar.

Haaretz, kantor berita Israel pada 14 Oktober 2014 melaporkan bahwa lebih dari 1000 orang Yahudi Perancis, turut bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Dari angka-angka yang dirilis oleh Kementrian Dalam Negeri Perancis,  berdasarkan laporan intelejen, menunjukkan bahwa mereka masuk Islam, lalu bergabung dengan ISIS. Sekitar 100 wanita-wanita muda Yahudi di Perancis juga dilaporkan telah bergabung dengan para jihadis di Suriah, selama satu setengah tahun terakhir.

Di lain sisi, kita melihat sendiri kelompok ISIS menggunakan senjata-senjata buatan Israel untuk berperang di Suriah, dan melakukan aksi-aksi barbar yang mengerikan. Hanya saja, ketika kita mengungkapkan fakta ini kepada pendukung ISIS, dengan tegas mereka akan menampik. Keterlibatan Israel membantu pihak anti-Assad, seterang apapun buktinya, akan selalu disangkal keras dengan argumen:”Itu fitnah dan proganda anti-Islam”. (Baca: ISIS Gunakan Senjata Israel)

Berbicara tentang Yahudi, menggeneralisir adalah sebuah kesalahan. Masih banyak tokoh-tokoh Yahudi yang tercerahkan, yang mendukung Palestina dan menolak Israel. Contohnya adalah Yahudi Naturei Karta. Menurut sekte ini bangsa Yahudi harus hidup dalam diaspora, hingga datang Messias. Oleh sebab itu mereka mendukung perlawanan terhadap Israel. Karena sekte ini membenci Israel maka mereka  mendukung semua pihak yang tidak setuju dengan didirikannya negara Yahudi. (Baca: Seperti ini, Kelompok Yahudi Naturei Karta)

Namun ketika bicara Yahudi Zionis, yang diwakili oleh Netanyahu, Ariel Sharon dan pendukungnya, kita akan dihadapkan pada fakta: mereka melakukan kejahatan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Lalu, tergolong kelompok manakah para Yahudi Perancis yang bergabung dengan ISIS?

Tentu, kita tidak berhak menjustifikasi apakah alasan Yahudi Perancis ini masuk Islam karena benar-benar ingin memeluk agama Islam, ataukah memiliki motif lain? Karena sungguh disayangkan, setelah mereka masuk Islam dan bergabung dengan ISIS, maka tentunya, mereka akan turut berpartisipasi dalam melakukan teror, pembunuhan, dan perusakan terhadap sesama manusia, tanpa pandang bulu.

Dan mengapa harus bergabung dengan ISIS? Bukankah pemahaman takfiri ala ISIS sangat berbahaya bagi kemanusiaan? Mengapa mereka memilih ISIS, dan bukan Islam yang rahmatan lil alamin? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL