mas hikamLiputanIslam.com — Kebenaran itu, pada akhirnya akan terkuak kendati ada pihak yang mencoba menutupinya. Masih tentang kasus yang terjadi antara Abdillah Onim, dan adu domba yang ia lontarkan yang disebarkan masif oleh situs-situs Takfiri. Kasusnya bisa dibaca di sini dan di sini.

Akhirnya hari ini, Kamis 18 September 2014, Onim pun meminta maaf. Melalui akun Facebook-nya, ia berkata akan melaksanakan rekomendasi dari pihak Hamas seusai bertatap muka dengan kelompok perlawanan tersebut.

“Sesuai hasil pertemuan antara relawan MER-C dengan saya (Abdillah Onim) di Gaza yang murni di fasilitasi oleh pihak Hamas di Gaza utara pada Hari Kamis tanggal 11/9/2014 terkait isu dan perdebatan, maka untuk kebaikan, saya jalankan rekomendasi Hamas sebagai berikut: perdebatan harus di akhiri, harus hapus masing-masing status Facebook terkait foto Hasan Nasrallah, tidak memperdebatkan hanya karena foto Hasan Nasrallah, eratkan ukhuwah dan satu tujuan yaitu membebaskan Masjid Alqsa, serta menyatakan bahwa zionis adalah musuh utama bagi umat Islam, pejuang Gaza bersatu dan saling bergandengan tangan menghadapi Zionis,” tulisnya.

“Mohon maaf kepada teman-teman Facebook yang sempat tidak nyaman dengan perbedaan pandangan di wall saya,” tambahnya.

Maka, Onim pun mengakui kebenaran informasi dari dr Joserizal, bahwa diantara front muqawwama Palestina terdapat sinergi. Hamas, Jihad Islam, PFLP, bersatu melawan Zionis. Berlawanan dengan informasi menyesatkan dari media-media Takfiri yang menyatakan bahwa PFLP adalah kelompok anti-Islam dan tidak memiliki peran dalam perjuangan dalam melawan Zionis.

Namun sayang, kendati Onim sudah meminta maaf melalui media sosial, beberapa pihak yang terkait masih menunggunya untuk meminta maaf dan mengirimkan surat klarifikasi kepada MER-C.

“Saya sengaja meminta dari Onim langsung secara pribadi menjelaskan isi hasil pertemuan tetapi ia tidak memberikan jawaban. Saya hanya ingin dia melakukan apa yang sudah menjadi komitmennya,” tulis Henry Soetrisno.

Kesepakatan Abdillah Onim dan MERC

Kesepakatan Abdillah Onim dan MERC

Onim juga diminta untuk menghimbau para follower-nya yang sudah terlanjur menyebarluaskan fitnah-fitnah itu agar menghapusnya.

“Seharusnya sudah dari sejak awal Anda menyadari bahwa untuk berjuang melawan Zionis adalah bersatu, dan untuk bersatu hindari sikap takfiri. Kita tidak bisa semena-mena mengkafirkan kelompok yang berseberangan dengan kita. Fokus pad satu tujuan, membebaskan Masjidil Aqsa dan kedaulatan Palestina. Status yang Anda buat sudah tersebar, dan sudah seharusnya Anda mengklarifikasi dengan gentle untuk menghimbau follower Anda menghapus fitnahan itu,” tulis Ita Muswita .

Tudingan Syiah yang dialamatkan kepada MER-C dan pada dr. Joserizal Jurnalis pada khususnya, memang sempat mengundang kegamangan publik. Bagi masyarakat yang masih awam dan mudah terprovokasi, akhirnya pikir-pikir untuk membantu Palestina via MER-C.

Fitnah dan adu domba yang dilakukan Onim, kabarnya, membuat keluarganya malu dan bertanya-tanya.

“Abdila, keluarga Dila (Onim) di Maluku sudah pusing dengan kelakuan Abdila, mereka malu, apa yang sebenarnya Dila cari? Yang jadi masalah bukan hanya foto-foto  itu Dila,  tapi jangan lagi posting-posting komen yang anti persatuan Islam. Dila mau memfasilitasi para kaum Takfiri? Dibayar berapa Dila oleh kaum Takfiri ini? Mereka  memecah belah tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Mengapa tidak segera Dila meminta maaf atas kekeliruan Dila yang sudah memojokkan dan menggiring opini bahwa MER-C seolah-olah Syiah. Sadarkah Abdilah mereka mengadu domba antara Abdillah dengan MER-C? Menyesal saya mengizinkan Abdillah ke Gaza,” sesal Yogi Prabowo.

“Biasa, karakter Zionis: pengadu domba dan sering mengatasnamakan agama. Na’udzu billah min dzaalik,” ucap Henry Soetrisno.

Akankah Onim akan melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada MER-C sebagaimana poin kesepakatan nomor tiga? Sepertinya, kita masih harus menunggu. (ba)

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL