marg bar isroil

Sumber foto: jer-zentrum.org

LiputanIslam.com — Israel terpancing atas pernyataan Iran – yang mengungkapkan bahwa Israel biasa membual atas kondisi militernya yang digdaya. Juru Bicara Majelis Keamanan Nasional dan Komisi Kebijakan Luar Negeri Iran Naqavi Hosseini Selasa (01/04) mengatakan, “Omong kosong rezim Israel tentang militernya memang sudah menjadi kebiasaan Israel untuk kawasan. Rezim Zionis sengaja melontarkan klaim demikian dengan tujuan menjatuhkan mental pihak lawan dan musuhnya, tetapi pasukan Hizbullah tidak gentar di depan gertakan seperti itu.”

Israel membalas pernyataan Iran, sebagaimana yang tertulis di Arutz Sheva:

Iron Dome is one of three Israeli airborne defense systems designed to prevent missile attacks on Israel, with the other two, David’s Sling and Arrow, designed to provide a defensive shield against medium and long-range missiles respectively. The Iron Dome system was used extensively in 2012 during Operation Pillar of Cloud, as Hamas shot hundreds of missiles at Israeli cities, with several aimed at Tel Aviv and Jerusalem.

The system successfully deflected several attacks that would have caused great damage in numerous cities had the missiles made their mark, Israeli officials said. According to American investigative reporter Mark Thompson, the lack of Israeli casualties in the war, compared to the number of missiles fired at Israel, indicated that “Iron Dome is the most-effective, most-tested missile shield the world has ever seen.”

There are seven Iron Dome batteries in place around Israel and it is the Defense Ministry’s goal to double that number by the end of 2015 to complete its vision of complete coverage, officials said.

Menurut Israel, Iron Dome adalah salah satu dari tiga sistem pertahanan udara Israel yang dirancang untuk mencegah serangan rudal terhadap Israel, disamping itu Israel juga memiliki pertahanan udara yang bernama Sling David dan Arrow. Israel membantah pernyataan Iran dengan mengutip reportase dari Mark Thompson, seorang reporter dari Amerika bahwa Iron Dome adalah pertahanan udara paling efektif di  dunia yang pernah ada jika melihat korban yang jatuh di Israel tidak seberapa dibandingkan dengan jumlah  roket yang ditembakkan ke Israel.

Untuk menimbang pernyataan kedua negara  yang sedang bersitegang tersebut tentang Iron Dome, kita harus melihat kembali ke belakang. Sebuah pertahanan bisa dikatakan terbaik di dunia jika sama sekali tidak bisa ditembus oleh senjata apapun.  Sedangkan Iron Dome, sudah berkali-kali kebobolan.

Misalnya dalam Perang Delapan Hari di Gaza pada tahun 2012, saat itu Israel terpaksa mengajak gencatan senjata lantaran Iron Dome tidak mampu menahan serangan roket Fajr-5 ciptaan Iran yang ditembakkan oleh HAMAS. Contoh lain, bulan lalu sebanyak delapan buah roket jatuh kota-kota Israel  yaitu Ashkelon dan Asdod, yang menyebabkan warga Israel harus berlindung menyelamatkan diri. Sayap militer Komite Perlawanan Rakyat Palestina mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagaimana yang ditulis Press TV (14/3).

Kemudian fakta lainnya bahwa Amerika menggelontorkan dana sebesar 429 juta dollar  untuk mendanai stem Iron Dome, memberikan indikasi lain. Bantuan tahunan  militer AS ke Israel yang  telah meningkat  dari $ 2.400.000.000 menjadi  $ 3.100.000.000 hingga tahun 2017, juga sangat patut dicermati. Jika memang pertahanan Israel sudah sedemikian canggih dan terbaik, mengapa Israel harus terus-menerus ‘meminta uang untuk pertahanan militer’ kepada Amerika Serikat? (ba/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL