us-airstrike-syriaLiputanIslam.com–Pada Sabtu, 17 September, 2016,  AS dan koalisinya telah melancarkan serangan udara yang brutal sehingga menewaskan 70 tentara Suriah dan melukai 100 orang lainnya. AS kemudian menyatakan bahwa serangan tersebut adalah ‘kesalahan’ karena tujuan serangan sebenarnya adalah markas pasukan ISIS di dekat kota Deir Al Zour.

Serangan di pagi hari itu adalah serangan beruntun, dimana selama 1 jam, pesawat-pesawat udara AS, Inggris, Australia, dan Denmark menjatuhkan bom-bom lalu melarikan diri.

Lebih menarik lagi, setelah koalisi AS membunuhi tentara Suriah, pasukan ISIS turun dari gunung dan berpindah ke posisi yang lebih strategis di Deir al Zour.

Pertanyaannya: benarkan AS dan pasukan koalisi salah sasaran dan tidak sengaja membombardir tentara Suriah?

Rusia sebenarnya telah mengontak AS dua kali untuk memperingatkan bahwa pasukan koalisi sedang menyerang tentara pemerintah Suriah, sebelum akhirnya serangan benar-benar berhenti. Hal ini diungkapkan oleh Col. John J. Thomas, juru bicara Komando Sentral AS, kepada para reporter di Pentagon. Menurutnya, setengah jam setelah serangan berlangsung pada tanggal 17 September itu,  Pusat Udara Koalisi (CAOC) menerima telepon dari staf Rusia.

Staf tersebut meminta disambungkan dengan seseorang, namun orang itu tidak ada di sekitar telepon. Beberapa saat kemudian, orang Rusia kembali menelpon, lalu lima menit kemudian, serangan dihentikan.

Namun demikian, kerusakan telah terjadi dan mencabut nyawa 70 serdadu Suriah.

Sementara itu, juru bicara militer Rusia, Major-General Igor Konashenkov  mengatakan, “Jika serangan udara itu disebabkan kesalahaan koordinat target, ini adalah konsekuensi dari sikap keras kepala AS yang menolak berkoordinasi dengan Rusia dalam menyerang kelompok teroris di Suriah.”

Menurut Konashenkov, pesawat pengebom itu masuk ke wilayah udara Suriah dari Irak. Serangan dilakukan oleh dua pesawat tempur F -16 dan dua pesawat pendukung A-10.

Sementara itu, berikut ini pernyataan beberapa tentara Suriah yang selamat dari serangan tersebut.

Kami pertama mengira bahwa pesawat-pesawat itu datang untuk membantu kami yang sedang bertempur melawan ISIS. Namun setelah dua tembakan pertama, kami segera menyadari bahwa mereka menargetkan kami secara agresif. Pesawat tempur itu menggunakan bom cluster untuk menyerang kami.”

Sehari sebelum serangan, beberapa drone terbang dan men- scanning seluruh area ini.”

Serangan AS telah menghancurkan seluruh perlengkapan pertahanan kami.”

 “Petempur ISIS menyerbu kami segera setelah serangan AS berhenti. Sebagian dari mereka tertawa. Pesawat tanpa awak AS (drones) dan helikopter kemudian menembaki kami di tempat perlindungan.”

Sudah jelas ini bukan kesalahan, mereka menargetkan kami secara sengaja, untuk membantu ISIS.” (dw/RT/21stcenturywire)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL