Klik untuk memperbesar

LiputanIslam.com — Masih ingatkah Anda tentang peristiwa 9/11, yang menyebut Osama bin Laden sebagai dalang di balik serangan? Ada hal yang sangat menarik, yaitu pada saat serangan terjadi, dilaporkan bahwa sekitar 4.000 karyawan Yahudi serentak tidak masuk kerja. Artinya, tidak ada satupun Yahudi yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Tak kalah mirisnya adalah ketika pesawat menabrak gedung kedua, terlihat oleh warga New York, beberapa kelompok Yahudi justru bersorak gembira dan membuat muak warga New York.

Akhirnya beberapa warga New York yang melihat reaksi mereka tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian.

Maka kelompok itu akhirnya ditangkap pihak kepolisian kota New York untuk dimintai keterangan, namun karena tak ada bukti kriminal akhirnya mereka dilepaskan kembali. Ini artinya bahwa serangan tersebut telah direncanakan dan telah diketahui pihak Israel.

Kenyataan itu diperkuat oleh pakar turunan dari Israel dan juga seorang mantan tentara di angkatan laut, Dr Alan Sabrosky. Ia menyatakan bahwa serangan 11 September atau lebih dikenal dengan 9/11 itu memang melibatkan Israel, lihat video di tautan ini.

Kejanggalan lainnya, pada tanggal 18 September 2001, sebuah harian Israel melaporkan bahwa ada seorang pejabat negara Israel yang sebelum tanggal 9 memberikan peringatan kepada Washington.

Ia memperingatkan mengenai akan adanya sebuah serangan “teroris” besar-besaran di tanah AS, pejabat tersebut juga secara spesifik mengaitkan plot serangan tersebut dengan bin Laden.

Rupanya, kejanggalan yang sama kembali terulang pada terorisme di Perancis, Jumat (13/11/2015) lalu.

Times of Israel, media online yang berbasis di Israel memuat berita yang berjudul ‘In France, defense experts see parallels to Israels’ mengungkapkan bahwa Jonathan Simon Sellem, jurnalis Israel kelahiran Perancis menyatakan bahwa komunitas Yahudi telah diperingatkan bahwa akan terjadi serangan massal.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Times of Israel mengubah isi berita?

Perhatikan gambar berikut:

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

“Pada hari Jumat pagi, pihak keamanan dari komunitas Yahudi di Perancis bahwa ada kemungkinan yang sangat jelas terjadinya serangan teroris….”

Namun kemudian berita tersebut diubah, menjadi seperti ini:

“Selama berbulan-bulan, pihak keamanan dari komunitas Yahudi di Perancis bahwa ada kemungkinan yang sangat jelas terjadinya serangan teroris….”

Mengapa Times of Israel mengubah kata ‘pada hari Jumat pagi’ menjadi ‘selama berbulan-bulan’?

Apakah mereka tidak ingin dunia mengetahui, bahwa mereka memiliki keterkaitan langsung dengan intelejen, sehingga mereka mengetahui informasi yang sedemikian rahasia?

Ataukah, karena mereka merasa malu karena tidak menyampaikan informasi ini kepada warga Perancis lainnya? Seandainya saja mereka menyampaikan kemungkinan adanya serangan, tentu berbagai pihak bisa lebih waspada.

Harap dicatat, bahwa serangan mematikan di Perancis tersebut telah merengut 129 nyawa non-Yahudi. Ratusan lainnya luka-luka.

Mengapa ya, komunitas Yahudi (dan media Israel juga!) selalu mengetahui terlebih dahulu kala terjadi peristiwa-peristiwa besar? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL