Tabligh AkbarLiputanIslam.com — Tabligh akbar peduli Suriah kembali akan digelar di Masjid Besar Tanjung Sari, Cimahi, dengan mengangkat tema ‘Hangatkan Bumi Syam di Musim Dingin 2014-2015’ pada Ahad, 15 Maret 2015.

“Usaha untuk membantu kaum muslimin yang tertindas harus terus dilakukan. Penderitaan karena ganasnya kaum kafir dalam mendzalimi umat islam harus dihentikan. Sedih dan isak tangis anak-anak di wilayah bumi Syam harus diredakan. Dingin yang menggigit tulang harus dihangatkan,” demikian keterangan Arrahmah.com.

Dalam poster yang disebarkan, terlihat logo-logo berbagai media yang turut berpartisipasi seperti: Voa Islam, Hidayatullah, Panjimas, Arrahmah, Kiblat, Islampos dll. Sudah jamak diketahui, bahwa media-media ini merupakan pendukung pemberontak/ teroris di Suriah.

Membantu saudara-saudara seiman tentulah hal yang mulia. Akan tetapi patut diingat bahwa hancurnya Suriah tidak terlepas dari peranan media-media tersebut yang selama empat tahun berjibaku merilis artikel fitnah dan kebohongan atas konflik yang terjadi di Suriah.

Secara garis besar, media-media ini juga ‘tidak akur’ karena mendukung faksi-faksi yang berbeda.

Arrahmah mendukung kelompok teroris Jabhat al-Nusra. Voa-Islam dan Panjimas mendukung kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Islampos, mendukung kelompok teroris Free Syrian Army atau kelompok-kelompok yang oleh Barat disebut moderat.

Bagaimana bisa, media-media yang bersikap berseberangan dalam konflik Suriah, tiba-tiba saja bersatu saat melakukan penggalangan dana?

Tentunya, masyarakat yang kritis akan bertanya-tanya. Melalui siapakah dana yang terkumpul ini akan disalurkan?

Apakah melalui kelompok Al-Nusra? Atau ISIS? Atau FSA? Bukankah kelompok-kelompok ini sering saling bantai satu sama lain untuk merebutkan harta dan persediaan logistik?

Bagaimanakah cara kita menolong Suriah?

Ada banyak hal yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk menyumbangkan dana bagi para pengungsi Suriah. Dengan memahami konflik yang terjadi, Insya Allah kita bisa mengambil langkah yang tepat.

Akses masuk ke Suriah tidaklah mudah. Di beberapa wilayah perbatasan, baik dengan Turki, Irak, maupun Yordania, masih terjadi bentrokan sengit antar Tentara Suriah dan Kurdi melawan teroris. Jet-jet tempur pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat juga masih aktif, sehingga bisa dikatakan bahwa baik di darat maupun di udara Suriah, dalam kondisi yang tidak aman. Meski demikian, Indonesia dan Suriah tetap membina hubungan kerjasama yang baik. Bahkan dalam suatu kesempatan, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang jauh di mata tetapi dekat di hati.

Didi Wahyudi, Pejabat Fungsi Politik Kedutaan Indonesia telah menyatakan bahwa Indonesia siap membantu Suriah saat ia mengunjungi Abdul Rahman Attar, President of The Syrian Arab Red Crescent (SARC) di Damaskus. Abdul, menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan medical supply, obat-obatan, vaksinasi, peralatan medis, ambulans dan rumah sakit lapangan.

“Misi yang dijalankan SARC benar-benar penuh risiko, dimana mereka harus menjadi penengah antara Pemerintah dan oposisi serta kelompok bersenjata lainnya, karena mereka tidak hanya membantu korban dan pengungsi di wilayah yang dikuasai Pemerintah, mereka juga harus bisa masuk ke wilayah-wilayah hot area yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sejak 4 tahun terjadinya konflik bersenjata, tercatat telah jatuh 42 korban dari pihak SARC yang berada di garis terdepan penyaluran bantuan kemanusiaan,” jelas Abdul, seperti dilansir Liputan6.com di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Organisasi SARC adalah pihak yang dipercaya oleh pemerintah Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Suriah secara resmi. Kredibilitas dan tanggung jawabnya tentu tidak perlu diragukan lagi. Demi menyalurkan bantuan kepada masyarakat, anggota SARC rela mengorbankan nyawa.

Ketika hendak menolong, tentulah kita berharap bantuan yang kita salurkan sampai kepada mereka yang memang membutuhkan. Sehingga jika ada diantara kita yang hendak membantu saudara-saudara kita Suriah, maka bantuan tersebut bisa disalurkan melalui pihak kedutaan untuk diteruskan kepada SARC. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*