Shoutussalam diblokirLiputanIslam.comShoutussalam.com, media pendukung teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi.

“Maaf, akses Anda ke halaman ini di blokir karena muatan konten negatif sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif. Sorry, your access to this page is blocked due to Communication and Informatics Ministerial Decree Number 19/2014 regarding Internet Safe,” demikian keterangan pada alamat shoutussalam.com tersebut.

Namun selain Shotussalam.com, masih portal berita pro-ISIS yang masih tetap eksis. Yaitu Panjimas.com dan Al-Mustaqbal.net. Kedua media ini, hari ini membenarkan adanya eksekusi mati pilot Yordania dengan cara dibakar hidup-hidup. Menurutnya, eksekusi ini telah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti yang mereka pahami.

Mereka Selalu Punya Dalil

Hari ini, beredar luas video pilot Yordania yang dibakar hidup-hidup oleh ISIS. Kendati eksekusi mati dengan dibakar hidup-hidup dianggap sebagai cara yang sangat biadab dan tidak manusiawi, namun melalui jaringan media pendukungnya, ISIS telah menyiapkan berbagai dalil. Sehingga seolah-olah, eksekusi nan keji itu merupakan bagian dari syariat Islam. (Baca: Pembakaran Pilot Jordania, Sekjen PBB: ISIS Tak Hargai Nyawa Manusia)

“Sebagian Ahlul Ilmi berpendapat bahwa membakar dengan api hukum asalnya adalah haram, akan tetapi boleh kalau untuk melakukan pembalasan yang setimpal. Sebagaimana perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kaum ‘Uraniyyin di mana beliau mencongkel mata mereka dengan api -sebagai bentuk balasan yang setimpal- sebagaimana diriwayatkan dalam ash shahih. Dan ini adalah perkataan yang paling jelas dari pengumpulan dalil dalil yang ada,” tulis Al-Mustaqbal.net, 4 Februari 2015.

Sedangkan Panjimas.com menyatakan, hukuman seperti ini wajar dilakukan sebagai bentuk pembalasan kepada koalisi anti-ISIS yang dipimpin Amerika Serikat.

“Dan akhirnya, Mu’adz Al Kasasbeh pun dieksekusi mati dengan cara dibakar hidup-hidup sebagai hukuman setimpal yang diberikan Daulah Islamiyah (IS) padanya, dimana pesawat-pesawat koalisi salibis sangat aktif menjatuhkan bom-bom dan birmil hingga kawasan rumah-rumah kaum muslimin hancur dan banyak dari jiwa-jiwa mujahid dan sipil muslim gugur.”

Mengenai halal-haramnya eksekusi yang dilakukan ISIS, Liputan Islam akan segera mengulasnya dengan lebih komrehensif di rubrik Kajian Islam. Namun mengingat media-media pro-ISIS memiliki ideologi dan visi misi yang sama – tentunya diharapkan agar pihak Kominfo tidak tebang pilih dalam melakukan blokir.

Dan sebagaimana yang sudah sering diulas Liputan Islam dalam rubrik Tabayun, saat ini dunia maya dipenuhi dengan berbagai situs provokatif yang memiliki kecenderungan menyebar fitnah kepada kelompok lain yang tidak sepaham. Situs-situs berikut ini, sangat memenuhi syarat untuk dibasmi:

Arrahmah http://arrahmah.com

Situs penyebar ideologi Islam radikal, menganggap kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan affiliasinya sebagai mujahidin yang harus didukung penuh. Situs ini, dibawah naungan PT Arrahman Media, direkturnya bernama Muhammad Jibril Abdurahman atau Muhammad Ricky Ardhan.

Al Mustaqbal Channel http://al-mustaqbal.net

Situs pendukung gerakan teroris transnasional Irak dan Suriah (ISIS), dipimpin oleh Muhammad Fachry, dan mencantumkan nomor kontak dan alamat redaksi 08161625272 – 085718300445, Jalan Salemba Bluntas,Gg. H.Murtadho XII/238 A, Jakarta 10440, email: redaksi@al-mustaqbal.net. Al Mustaqbal aktif sejak Maret 2012 di host rumahilmu.com selanjutnya beralih ke jogjahost.com sampai sekarang.

Kompas Islam http://kompasislam.com

Situs ini, sebagaimana situs-situs diatas adalah pendukung ISIS, yang konsisten menyebarkan ideologi kekerasan. Email redaksi@kompasislam.com atau kompasislam@gmail.com. Telp 02194013694. Pemprednya bernama Abdullah. Namer servernya di ardetamedia.com dari yang semula di ardhosting.com.

Voa-Islam http://voa-islam.com

Situs Voa-Islam, selain sangat vokal dalam menyebarkan ideologi Islam radikal, juga sangat provokatif saat mengulas kondisi tanah air. Pada dasarnya, Voa-Islam tidak menghendaki NKRI dan memimpikan sebuah Khilafah Islamiyah.

Panjimas http://panjimas.com/

Baru dirilis dalam beberapa bulan terakhir, sudah menampakkan wajahnya sebagai pendukung ideologi ekstremis seperti ISIS. Menyebarkan kebencian kepada pihak lain dengan menggunakan isu-isu sekterian.

Selain situs-situs diatas, masih banyak lagi situs lainnya yang wajib dipelajari oleh Pemerintah, seperti:

Muqawamah: http://muqawamah.com/

Detik Islam: http://detikislam.com/

Nahi Munkar: http://www.nahimunkar.com/

Islampos: http://www.islampos.com/

PKS Piyungan: http://www.pkspiyungan.org/

Koepas: http://koepas.org/

Kiblat: http://www.kiblat.net/

Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com

WA Islama: http://www.waislama.net

Syam Organizer: http://www.syamorganizer.com/

Hidayatullah Online: http://hidayatullah.com

Suara Islam: http://suara-islam.com

Kabar Suriah: http://www.kabarsuriah.com

Sunnah Care: http://www.sunnahcare.com

Daulah Islam: http://daulahislam.com

LPPI Makassar: http://www.lppimakassar.com

Hakekat: http://www.hakekat.com

Masih banyak lagi website dan blog berhaluan radikal, termasuk di Facebook dan Twitter. Sudah saatnya pemerintah bergerak dan tegas jika memang serius membangun Indonesia yang lebih baik. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL