foto: videoyusufmansur.com

foto: videoyusufmansur.com

LiputanIslam.com — Hari ini media masa tanah air, seperti Kompas, Merdeka – dan juga media-media Takfiri seperti Arrahmah, melansir berita ‘horor’ terkait Suriah. Dikabarkan, seorang wanita Suriah meminta mahar kepada calon suaminya berupa 15 kepala pasukan pendukung rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Dan jika mereka bercerai [kelak], wanita itu 50 kepala pasukan pendukung Bashar al-Assad.

Aicha Faaourya, 50 tahun, yang kehilangan suami dan empat anak laki-lakinya dalam demonstrasi anti-Assad, membuat permintaannya itu kepada tunangannya, Haji Ahmad Ramilat, 75 tahun, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (13/6).

Haji Ahmad menerima tantangan mahar yang berat dari Faaourya dan berjanji untuk mendapatkan 15 kepala pasukan pro-Assad yang dipenggal untuk memenuhi keinginan wanita dicintanya itu. Sementara itu dalam kasus perceraian, Ramilat berjanji untuk juga menyediakan tambahan 50 kepala pasukan pro-Assad yang dipenggal.

Mungkin memang demikian adanya, perang Suriah menjadikan sesama manusia saling mendendam dan berhasrat untuk membunuh. Namun disisi lain, kita juga mendapati kebesaran hati pemimpin Suriah — Bashar al-Assad—yang  memberi amnesti kepada ratusan tahanan. Kelompok Pengawas HAM Suriah pada tanggal 6 Juni 2014 melaporkan sebanyak 320 tahanan telah dibebaskan dari Pusat Penjara Aleppo.

LSM ini juga menyatakan bahwa pemerintah Suriah juga masih akan membebaskan 480 tahanan lainnya dari penjara Adra di provinsi Damaskus. Semua tahanan di penjara Adra itu adalah orang-orang yang ditahan dengan dakwaan terlibat aksi teror.

Dan dari kedua kejadian diatas, yaitu meminta kepala manusia sebagai mahar dan memberikan amnesti kepada kawanan teroris yang telah menghancurkan Suriah,  kita akan mendapati, pihak mana yang mencerminkan sikap seorang muslim sejati. (ba/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL