FAdliJakarta, LiputanIslam.com — Video “Cara menjarah yang santun ala Prabowo” heboh di jejaring sosial. Diunggah oleh akun yang bernama Abdul Haris pada tanggal 19 Juni 2014, video pendek ini telah di-share 684 kali di Facebook. Dari kolom keterangan pada YouTube, video tersebut adalah pidato Prabowo Subianto menjelang konvensi Partai Golkar pada tahun 2004. Berikut ini isi pidato Prabowo;

Saya telah mengabdikan diri saya selama 28 tahun dalam dinas ketentaraan. Dua puluh delapan tahun masa muda saya, saya persembahkan untuk republik. Saya pertaruhkan jiwa saya dalam berbagai operasi militer untuk satu tujuan, yaitu menjaga bangsa kita ini. Di UI saya pernah bicara, di ITB, belajarlah strategi karena strategi adalah bagian dari lingkungan yang harus kita hadapi.

Kita dari dulu diajarkan untuk jadi baik. Bapak-bapak atau ibu-ibu kita kalau mengajar kita, ”Nak belajar yang baik, jadi orang yang baik, kalau besar jadi orang baik membantu orang, membantu tetangga. Kalau strategi tidak begitu, strategi mengajarkan, kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan.”

Saya ambil strategi kelima.  Strategi kelima bunyinya loot a burning house, rampoklah rumah yang sedang terbakar. Rampoklah rumah yang sedang terbakar. Arti daripada strategi ini, penjelasan aslinya adalah: jika rumah seseorang sedang terbakar, gunakan kesempatan daripada kekacauan yang timbul, untuk mencuri harta kekayaannya.

Saya ulangi, jika rumah seseorang sedang terbakar, gunakan kesempatan daripada kekacauan yang timbul, untuk mencuri harta kekayaannya.

Saya kira bapak-bapak bisa tahu, saya nanti, kalau Insya Allah saya menang, saya ikut konvensi yang dibuka Partai Golkar.

 

Prabowo kala itu mengenakan kemeja warna krem, dan dibelakangnya terpampang foto Megawati Soekarnoputri . Videonya bisa disaksikan di http://www.youtube.com/watch?v=oEyIHBseRuY

Lalu, bagaimana komentar masyarakat?

Shot mad menulis, “Yakin itu acara cuma 2 menit? Tampilkan penuh bos biar jelas, kalau yang dikeluarin cuma pernyataan itu saja sih namanya nggak adil, cuma buat jelekin nama Prabowo. Jangan asal naruh video yang cuma potongan please.

Jumas ji, menulis, “Sudah jelas kali itu  video, lantang banget itu suara. Sesungguhnya kita masyarakat biasa tidak permasalahkan masa lalu yang menyangkut pencurian aktivis pada tahun 1998, tapi kalau strategi yang seperti ini dipakai Pak Prabowo, miris hati mendengarnya, bayangkan kalau rumah kita kebakaran terus dirampok juga, perikemanusiaan kita sebagai manusia ada di mana? (ba)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL