Allan, foto: Beritasatu

Allan, foto: Beritasatu

Jakarta, LiputanIslam.com – Polemik pasca Pilpres terus berlanjut. Kali ini tim kampanye nasional Prabawo-Hatta mendesak Polri untuk menangkap jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn. Tim kampanye Prabowo-Hatta menilai Allan Nairn melakukan kampanye hitam terhadap Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

“Kami meminta Polri khususnya Bareskrim Polri untuk segera memanggil Allan Nairn dan kawan-kawannya,” ujar anggota tim kampanye nasional Prabowo-Hatta Andre Rosiade, Jumat, 1 Agustus 2014.

Andre mengungkapkan bahwa tim Prabowo-Hatta sudah melaporkan Allan Nairn pada awal Juli 2014. Namun, sampai sekarang Polri belum melakukan pemanggilan terhadap Allan Nairn meskipun BAP Fadli Zon sedang dibuat.

“Jangan sampai hukum di negara kita tumpul menghadapi warga negara asing,”tutur Andre.

Andre juga berharap pihak Polri menelusuri siapa pihak-pihak yang mensponsori Allan Nairn datang ke Indonesia. “Kan tidak mungkin, itu orang Amerika, orang asing ujuk-ujuk datang ke Indonesia, pasti ada yang mensponsori,” katanya.

Ketika ditanya terkait lamban Polri memanggil Allan Nairn, menurut Andre ada dua hal yang menjadi alasannya, yakni Polri takut atau tumpul menghadapi warga Amerika Serikat atau Polri berpihak pada capres tertentu.

“Kita berprasangka baik saja, bahwa ini ada proses, ada waktu lebaran. Sekarang sudah selesai lebaran, maka Polri segera memanggil Allan Nairn,” pungkasnya, sepeti dilansir Beritasatu.

Allan Nairn adalah seorang jurnalis investigasi asal Amerika Serikat yang selama lebih dari 20 tahun mengikuti dan memperhatikan isu yang berkembang di Indonesia. Selain di Indonesia, Allan juga menginvestigasi kasus pelanggaran HAM di belahan dunia, seperti di Guatemela, Haiti, dan Timor Leste. Ia pernah dianggap sebagai ancaman bagi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto atas laporan-laporannya.

Pada tahun 2001 pernah melakukan wawancara off the record dengan Prabowo Subianto dalam rangka menginvestigasi kasus pembunuhan warga sipil yang dilakukan oleh militer Indonesia. Allan membuka wawancara ini ke publik sebelum Pilpres 2014. Tim Prabowo-Hatta Fadli Zon menilai tindakan Allan Nairn sebagai kampanye hitam sehingga melaporkan Allan Nairn kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan atas tuduhan pelanggaran pasal 310 KUHP tentang fitnah dan pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik pada 8 Juli 2014. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL