PKSJakarta, LiputanIslam.com – PKS meradang. Ketum PAN Hatta Rajasa menjadi calon kuat cawapres pendamping Prabowo Subianto. Dalam koalisi yang hendak dibangun bersama Gerindra, PKS telah mengusung tiga kandidat nama sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto yaitu Hidayat Nurwahid, Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Namun sayang, ketiga nama tersebut  sepertinya tidak dilirik oleh Prabowo. Sementara, isu Hatta Rajasa sebagai bakal cawapres Prabowo di Pilpres nanti makin menguat setelah Ketua Umum PAN itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menko Perekonomian. PKS selaku mitra koalisi Gerindra, tak setuju Hatta dipilih jadi cawapres Prabowo.

Ketidaksetujuan PKS disebabkan Hatta Radjasa adalah Ketum PAN, partai yang berbasis warga Muhammadiyah. Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan tujuan adanya koalisi adalah merancang strategi kemenangan di Pemilu Presiden. Dia pun mengingatkan kalau PDIP serta Joko Widodo sudah mendapatkan suara NU.

“Mitra koalisi ini kan untuk menang ya. Kita akan menyampaikan bahwa Pak Hatta adalah suara Muhammadiyah juga harus diingatkan kalau NU di Pak Jokowi saja sudah ada, yaitu PKB di sana. Tentu karenanya memaksimalkan persoalan besar. Makanya musyawarah ini penting agar bisa diterima NU dan juga Muhammadiyah,” ujar Hidayat saat dihubungi Detik.com, Jumat (16/5).

Hidayat yang juga Anggota Majelis Syuro PKS ini menambahkan Prabowo Subianto perlu sosok cawapres yang mendapat kepercayaan Indonesia dari lintas ormas, budaya, dan agama. Penetapan nama cawapres menurutnya mesti ditetapkan lagi dalam musyawarah rapat antar mitra koalisi.

Benarkah basis PAN adalah warga Muhammadiyah? Sepertinya tidak demikian jika menilik dari pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin seperti yang dilansir Metrotvnews.com. Din menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak memiliki keterkaitan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Muhammadiyah juga memastikan tidak mendukung Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“PAN bukan Muhammadiyah, Muhammadiyah bukan PAN. Hatta Rajasa bukan calon Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak punya hak mencalonkan calon presiden (capres) maupun wakil presiden (wapres),” tandasnya

Din juga menegaskan, Muhammadiyah netral atau tidak berpihak ke mana pun dalam pilpres. Menurut Din, Muhammadiyah tidak memiliki hubungan dengan siapapun baik partai politik maupun calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres). Adapun, orang-orang politik yang bertandang ke kantor PP Muhammadiyah hanya sekedar silaturahim.

Justru Hatta Rajasa yang belum pernah menyambangi Muhammadiyah. “Saya enggak ingat siapa saja yang datang. Tapi karena saya yang terima, justru Hatta enggak pernah datang,” cetusnya. Din menjelaskan, kedatangan tokoh-tokoh politik tersebut sebagai pertemuan diskusi pikiran dan ide tentang bagaimana bangsa ke depan, karena Muhammadiyah juga bertanggung jawab dalam menyiaplan pokok-pokok pikiran kepada siapapun yang terpilih nanti.

Tentunya, jawaban Din akan menjadi angin segar bagi PKS yang kepanasan lantaran kandidatnya tidak (atau belum) digubris Prabowo, karena PAN dan Hatta Rajasa tidaklah sama dengan Muhammadiyah. (fa/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL