Jokowi KomunisJakarta, LiputanIslam.com — Benarkah isu bahwa Jokowi berafiliasi dengan PKI atau komunis? Dalam beberapa hari terakhir gencar di media sosial diberitakan bahwa Jokowi memiliki keterkaitan yang erat dengan PKI.

Sebagai buktinya, akun twitter @Ronin1946 yang merupakan “reinkarnasi” dari akun @Triomacan2000 mengunggah foto Jokowi berziarah ke makam seorang tokoh komunis di Rusia. Tokoh yang dimaksud adalah Boris Yeltsin.

Keterangan pada foto,“Jokowi Road Show China-Rusia untuk dididik jadi Kamerad Komunis di negara tersebut pada tahun 2006.”

Dalam foto itu, Jokowi mengenakan baju putih, celana hitam dan jas abu-abu. Wajahnya juga terlihat jauh lebih muda dibanding sekarang.

Foto ini disebarkan beramai-ramai di Twitter, termasuk oleh founder Inilah.com group yaitu Muchlis Hasyim Yahya (@MuchlisHasyim) dan politisi Demokrat Ramadhan Pohan (@ramadhanpohan1).

Boris Yeltsin, adalah Presiden Federasi Rusia yang pertama, lahir pada tanggal 1 Februari 1931, dan tutup usia pada tanggal 23 April 2007 pada umur 76 tahun.

Sedangkan keterangan dalam foto yang disebar, dikatakan bahwa Jokowi menziarahi makam Boris pada tahun 2006, setahun sebelum Boris meninggal.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa tuduhan bahwa ia terlibat PKI merupakan penghinaan terhadap nasionalismenya.

Kedua kandidat capres dan cawapres berkali-kali menyerukan kepada pendukungnya agar jangan melakukan kampanye hitam.

Prabowo Subianto, seperti dikabarkan Antaranews, mengingatkan kepada tim suksesnya agar jangan terlibat kampanye hitam pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

“Saya minta tolong jangan mau tim kampanye ikut-ikutan taktik dan teknik yang menjelek-jeleki orang. Kalau kita dijelek-jeleki biarlan Tuhan yang menentukan. Semakin difinah kita balas dengan kebaikan,” ujar Prabowo di depan pendukungnya.

Begitu juga halnya dengan Jokowi.  Mengawali tur kampanye di Jawa Tengah, ia meminta pendukungnya untuk tidak melakukan kampanye hitam, dan berkampanye positif.

“Saya meminta kepada para pendukung untuk mentaati aturan-aturan kampanye yang ada. Saya sudah mengintruksikan kepada tim untuk patuh pada aturan-aturan kampanye,” kata Jokowi seperti dilansir Liputan6.com.

Tokoh lintas agama dari semua daerah di Indonesia juga angkat bicara. Mereka menyerukan pemilu damai, dan meminta agar kedua pasangan capres-cawapres tak membenturkan agama untuk kepentingan politik dan menghindari fitnah politik. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL