Foto: Tribunnews.com

Foto: Tribunnews.com

Pamekasan, LiputanIslam.com — Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyebarkan lebih dari 2.000 eksemplar buletin tandingan Obor Rakyat. Selama beberapa minggu terakhir, Obor Rakyat mendapatkan sorotan publik karena dianggap telah menyebarkan kampanye hitam terhadap Jokowi.

Buletin tandingan yang disebarkan di Pamekasan bernama Tabayyun yang terdiri dari empat halaman. Isinya menjawab kampanye hitam yang ditudingkan kepada Jokowi. Tabloid edisi 001/V/2014 itu pada halaman pertamanya memuat foto Jokowi dan keluarganya di Mekkah dengan judul tulisan utama “Benarkah Jokowi Non-Muslim?”.

Sebelumnya, Jokowi diisukan terkait keyakinan yang dianutnya. Halaman dua buletin itu berisi bantahan bahwa asal-usul Jokowi tidak jelas. Buletin Tabayyun menyebutkan, Jokowi berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Itu dibuktikan dengan amaliah Jokowi yang berdasarkan ahlussunnah wal jamaah. Ibu Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, adalah sosok yang rajin beribadah. Selain itu, disebutkan pula bahwa Jokowi sudah menunaikan ibadah haji pada tahun 2003. Setahun kemudian, tahun 2004 dan 2014, ia menjalankan ibadah umrah.

Isu lainnya yang coba diluruskan melalui tabloid itu adalah terkait “H” di depan nama Jokowi yang disebut singkatan dari Herbertus. Huruf H di depan nama Jokowi, menurut buletin Tabayyun, adalah gelar haji.

Ketua Tim Pemenangan Jokowi -JK untuk wilayah Pamekasan, Zainullah Idris, mengatakan, tabloid itu disebar agar masyarakat bisa mengetahui sosok Jokowi sebenarnya.

“Dengan tabloid itu, masyarakat diharapkan sadar bahwa capres Jokowi bukan capres boneka, bukan beragama Nasrani, dan fitnah-fitnah keji lainnya,” ungkap Zainul.

Tabloid itu, kata Zainul, dibuat oleh Tim Pemenangan Jokowi-JK Jawa Timur. (ba/ Tribunnews.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL