bakrie_aburizalJakarta, LiputanIslam.com–Surat dari Capres Prabowo yang dikirim ke guru-guru di berbagai kota di Indonesia, ternyata ide Aburizal Bakri (Ical). Di sela-sela kampanye Prabowo di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (28/6), Ical membenarkan berita tersebut.

“Benar itu ide saya, bagus kan ide saya,” kata Ical, seperti dikutip Merdeka.com.

Dalam surat yang dilengkapi gambar serta ditandatangani atas nama capres nomor urut satu itu, Prabowo meminta dukungan pada Pilpres 9 Juli mendatang. Selain itu, ada juga visi misi di antaranya janji Prabowo untuk mensejahterakan dan memajukan dunia pendidikan apabila nanti dirinya terpilih menjadi presiden.

Di amplop surat, nama guru ditulis dengan lengkap. Di kecamatan Lembang, Pinrang, Sulawesi Selatan, misalnya, hampir semua sekolah mendapatkan kiriman surat itu,  ditujukan langsung ke setiap guru sesuai dengan namanya masing-masing, tak terkecuali guru bantu yang terdaftar di sekolah. Surat-surat tersebut baru tiba dua hari terakhir saat musim libur sekolah sudah dimulai.

Di Kabupaten Gunungkidul, sebanyak lebih dari 12.000 guru mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK juga mendapatkan kiriman surat dari Prabowo. Guru di Bandung, Jakarta, dan beberapa daerah lain juga mengaku menerima surat serupa.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai surat calon presiden Prabowo Subianto kepada para guru di berbagai daerah melanggar aturan pemilu. Anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak, mengatakan salah satu unsur pelanggarannya adalah Prabowo bersurat ke tempat yang seharusnya steril dari materi unsur kampanye, yakni sekolah. “Lebih-lebih jika yang disurati adalah guru pegawai negeri sipil,” kata Nelson, seperti dikutip Tempo (26/6/2014). PNS, kata Nelson, sebagai aparatur negara tak boleh ikut digerakkan untuk kepentingan pemilihan presiden.

Menanggapi hal ini, Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar, menjawab, “Salah enggak penyampaian visi misi kepada TNI Polri dan pegawai negeri? Kan tidak salah. Menyampaikan visi misi kepada siapa saja Warga Indonesia kan boleh.”

Terkait pemanggilan oleh Bawaslu, Idrus menjawab, “Kalau salah ya silakan diluruskan, kita kan gampang saja. Iya kan? Apa susahnya hidup ini kayak rumit banget?” ucap Idrus.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL