Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com – Sidang lanjutan sengketa Pilpres besok (15/8), kubu Prabowo-Hatta akan menghadirkan ahli tata hukum tata negara dan logistik Pemilu. Anggota tim hukum Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tujuh orang saksi ahli untuk dihadirkan dalam persidangan.

“Rencananya kami hadirkan tujuh saksi. Namun yang sudah dipastikan lima orang saksi,” kata Maqdir usai sidang di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Agustus 2014.

Saksi ahli ini, menurut Maqdir, akan memaparkan proses penyelenggaraan Pilpres 2014, apakah sudah berjalan benar atau tidak. Saksi ahli menerangkan akan mulai dari proses pengadaan logistik, pendistribusian yang dianggap pihaknya tidak benar.

“Menurut hemat kami mulai pendistribusian logistik tidak benar,” lanjut Maqdir.

Terkait hal ini, Ketua Mejalis Hakim MK Hamdan Zoelva, mengatakan tidak perlu menghadirkan banyak saksi ahli jika keterangan yang disampaikan materinya sama.

Sementara itu, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga akan menghadirkan tiga saksi ahli dalam sidang besok. Agendanya mendengarkan keterangan ahli soal Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb).

Tiga ahli tersebut adalah Prof Herman Raja Gukguk, mantan hakim MK Harjono, dan Prof Ramlam Rurbakti. Menurut tim hukum KPU, Ali Nurdin, tiga ahli tersebut sangat berpengalaman dan ahli dibidangnya.

“Pak Harjono mantan hakim MK sudah berpengalaman menangani perkara PHPU. Beliau bisa membedakan mana pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif,” ujar Ali seperti dilansir Tribunnews.

Sedangkan Ramlan, adalah mantan Ketua KPU yang ahli menjelaskan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb). Sementara Herman akan memberikan pendapatnya terkait hukum dan keadilan apakah DPKTb mengandung persoalan hukum dan keadilan.

“Pokoknya KPU sudah melakaukan tugasnya dengan baik dengan jurdil dan transparan,” tandasnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL