Foto: Detik

Foto: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com – Sejak awal masa kampanye, Jokowi selalu menekankan akan membentuk kabinet profesional, dan untuk itu, Najib Azca, Sosiolog UGM  berpendapat bahwa kabinet Jokowi nantinya harus yang sejalan dengan konsep Revolusi Mental. Mengapa?

“Kabinet itu kan harus sesuai dengan visi dan misi yang dibangun. Nah, yang selama ini dibangun oleh Jokowi adalah mengenai Revolusi Mental. Karena kabinet itu merupakan struktur untuk menuju ke revolusi itu,” ujar Najib, seperti dilansir Detikcom, 3 Agustus 2014.

Sebelum menjurus ke penentuan kabinet, Najib menyarankan agar konsep Revolusi Mental lebih dijabarkan lagi ke publik. Sehingga nantinya publik mengerti arah tujuan pemerintahan mendatang.

“Untuk saat ini saya melihat Revolusi Mental ini masih umum. Belum begitu tajam sehingga mudah dikait-kaitkan dengan berbagai hal. Untuk itu Jokowi-JK bersama timnya harus merumuskan lebih detail lagi mengenai Revolusi Mental. Misalkan dalam turunannya ke bidang pendidikan, kepemudaan, ekonomi, dan lain sebagainya,” paparnya.

Meski demikian, Jokowi-JK juga masih harus menunggu proses gugatan tim Prabowo-Hatta di MK. Selain itu pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun masih berjalan hingga Oktober mendatang.

“Mungkin sembari menunggu proses itu bisa sambil merumuskan Revolusi Mental. Sehingga nanti begitu proses di MK selesai bisa langsung menentukan susunan kabinet yang sesuai,” imbuh Najib.

Sementara itu, pengamat  politik UGM, Arie Sudjito menyatakan, agar Jokowi-JK benar-benar melihat harapan masyarakat dalam menentukan kabinet, tak asal pilih karena menampung kepentingan golongan tertentu. “Sebaiknya Jokowi fokus memikirkan orientasi, struktrur, serta indikator untuk kabinet. Jangan buru-buru bicara orang. Sebab kalo buru-buru mikir orang bisa salah langkah,” jelasnya.

Menurut Arie, sebaiknya tidak langsung bicara orang apalagi dengan gaya idol (berdasarkan polling masyarakat-red). “Jika sekarang langsung bicara orang apalagi dengan gaya idol, dengan mendukung di internet sebagai survei malah jadi lucu. Karena model idol itu hanya bikin ge er,” imbuhnya.

Menurut Arie, jika bicara indikator lalu orang akan menelisik berdasar rekam jejak. Bagaimanapun juga harapan masyarakat sangat besar pada Jokowi untuk menjadi kekuatan pendobrak dan pembaharu. Fokuslah menata lembaga kepresidenan masa transisi ini.

“Dan tentu Jokowi tak perlu terganggu oleh nama-nama orang. Mari kita debat dan diskusikan kriteria yang tepat untuk kabinet itu. Kita butuh kabinet yang ramping. Kabinet yang efektif kerja dan kegitimasi kuat. Butuh menteri yang bersih dari korupsi, kompeten, dan memiliki keberanian. Punya kemampuan kerjasama sebagai tim, kabinet bukan hanya menikirkan sektoral. Serta menteri yang loyal pada platform pemerintahan demokratis dan merakyat. Itu perlu dibahas dulu di publik,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL