didiJakarta, LiputanIslam.com – Terkait sengketa hasil Pilpres yang kini tengah disidangkan di MK, anggota tim kuasa hukum KPU, Ali Nurdin, mengatakan telah menyerahkan seluruh alat bukti. Kabarnya, bukti-bukti dari 478.000 tempat pemungutan suara itu diangkut dengan puluhan truk.

“Ada 21 truk. Truknya bukan truk biasa, tapi truk Fuso. Jadi di satu lantai, lantai 8 (Gedung MK)  itu penuh bukti termohon,” kata Ali di seperti dilansir Kompas.

Ali mengatakan, bukti-bukti itu diambil dari kotak-kotak suara pada tempat-tempat pemungutan suara yang diadukan tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa selaku pemohon. Menurut dia, alat bukti yang diserahkan KPU tidak dapat diserahkan secara serentak. Bukti dibawa dengan truk secara bergiliran pada malam hari beberapa hari lalu.

Seperti diketahui bersama, sengketa hasil Pilpres berawal dari ditetapkannya pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang oleh KPU dengan selisih delapan juta lebih suara. Namun kubu Prabowo Hatta mengklaim bahwa dalam pelaksanaan Pilpres telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Anggota tim advokat Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Didi Supriyanto, mengatakan, ia masih terus berkoordinasi dengan anggota tim kuasa hukum lainnya dalam proses penyusunan kesimpulan atas sidang sengketa Pilpres. Menurutnya, setidaknya ada 18 butir kesimpulan atas sidang yang telah berlangsung selama sepekan terakhir ini.

“Hari ini akan ada sinkronisasi dari tim supaya harmonisasinya jadi lengkap semua. Ada lebih kurang 18 butir yang kita simpulkan,” kata Didi.

Didi menuturkan, akan ada ribuan lembar kertas yang akan digunakan untuk menuangkan 18 butir kesimpulan itu. Hal itu dilakukan lantaran banyaknya tempat pemungutan suara yang diduga menjadi lokasi (locus) terjadinya praktik kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif, seperti dituduhkan oleh mereka kepada pihak KPU. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL