surat dkp prabowoJakarta, LiputanIslam.com – Beredarnya salinan surat pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI pada 2004 di media sosial mendapat komentar berupa imbauan dari Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Syamsu Djalal.

Dia mengimbau para mantan petinggi TNI yang pernah duduk di Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan para penandatangan surat itu, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, supaya angkat bicara mengenai pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI pada 2004.

Tribunnews Minggu (8/6/2014) melaporkan bahwa imbauan itu dia kemukakan ketika dimintai konfirmasi tentang beredarnya salinan surat yang tertera sebagai hasil keputusan DKP tentang pemberhentian Prabowo.

Dia enggan memastikan surat tersebut asli atau tidak. Dia melimpahkan masalah itu kepada para penandatangan surat tersebut.
“Yang tanda tangan itu semua. Jelaskan saja,” kata Syamsu usai menghadiri sebuah acara di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu.
Dalam dokumen berklasifikasi rahasia yang beredar itu tertera tandatangan para petinggi TNI kala itu di antaranya Subagyo HS sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar, Djamari Chaniago, Ari J Kumaat, Fahrul Razi dan Yusuf Kartanegara.

Dalam empat lembar surat itu disebutkan pertimbangan atas berbagai pelanggaran Prabowo yang dinilai tidak layak bagi prajurit dan Perwira TNI. Pelanggaran itu juga dinilai merugikan kehormatan Kopassus, TNI-AD, ABRI, Bangsa dan Negara.

Syamsu mengaku tidak duduk di DKP, namun mendapat informasi bahwa Prabowo memang “dicopot atau diberhentikan”.
Menurutnya, berdasarkan hasil sidang DKP diketahui bahwa Prabowo telah melakukan pelanggaran yang semestinya dibawa ke pengadilan.
“Karena DKP itu bukan penegak hukum, harusnya ke pengadilan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa publik sebenarnya sudah mengetahui bahwa Prabowo diberhentikan. (mm/tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL