foto: ahok.org

foto: ahok.org

Surabaya, LiputanIslam.com — Kampanye ke Jawa Timur, Joko Widodo, capres nomor urut dua menyambangi tokoh-tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Besarnya basis NU di Indonesia dianggap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan suara. Tak ayal, sowan ke para tokoh-tokoh NU merupakan menu wajib bagi calon pemimpin.

Hari ini, Jokowi bertandang ke pesantren Mamba’ul Ma’arif di Desa Denayar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, seperti dilansir Tribunnews.

Jokowi juga melakukan ziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Bisri Syamsuri yang juga kakek dari almarhum KH Abdurrahman Wahid. Dalam keterangannya, Jokowi menjelaskan ziarahnya ini untuk mengembalikan kerjasama kelompok nasionalis dengan Nahdliyin.

“Ya memang dari dulu nasionalis dan Nahdliyin itu memang bersama-sama. Membangun umat, membangun negara ini,” ujar  Jokowi.

Jokowi juga berhadap kerjasama kedua kelompok tersebut kembali terjalin dalam membangun bangsa dan negara. Itu juga menjadi alasannya melakukan safari politik ke berbagai pondok pesantren.

“Jadi kalau sekarang ini rutin kembali ya Alhamdulillah.”

Tarawih Perdana di Masjid Tua 

Malam ini Jokowi melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Ali Akbar, Surabaya. Menurut Beritasatu, Jokowi tiba pukul 18.45 WIB, di masjid yang terletak di gang kecil . Jokowi melaksanakan ibadah bersama sekitar 150-an jemaah lainnya. Tidak ada sambutan khusus yang diberikan pada Jokowi. Dia langsung masuk dan berbaur dengan jemaah untuk melaksanakan ibadah salat tarawih, yang disebut dilakukan dalam 21 rakaat.

Masjid Ali Akbar itu merupakan bagian dari Pondok Pesantren Annajiyah. Menurut Ubaidillah, warga Ndresmo Dalem, masjid Ali Akbar itu sudah berumur tua dan dibangun sejak jaman Belanda. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL