uangJakarta, LiputanIslam.com – Nilai tukar rupiah pada siang ini menguat terhadap dollar AS, kendati hasil hitung cepat lembaga survey memberikan hasil yang berbeda-beda terkait siapa yang keluar sebagai pemenang. Dari berbagai lembaga survey ternama, saat ini menempatkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memenangi Pilpres.

“Sebagian besar hitung cepat menunjukkan Jokowi memimpin dalam pilpres, dan pasar merespons positif,” ujar analis OCBC Singapore, Wellian Wiranto kepada Kompas, 9 Juli 2014.

“Margin yang membedakan dua calon terlihat cukup besar, dan skenario terburuk bahwa margin sangat tipis menjadi pudar,” lanjutnya.

Sementara itu, berbagai analis memproyeksikan bahwa rupiah akan terus menguat hingga ke Rp 11.300 per dollar AS, seperti dalam riset yang dirilis oleh Brown Brothers Harriman & Co.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono juga memprediksi rupiah menguat menyusul deklarasi kemenangan Jokowi-JK dalam pilpres 2014 versi hitung cepat.

“Ya. Rupiah pasti menguat karena dua hal. Pertama, pemenangnya sesuai ekspektasi pasar. Kedua, pemilu berlangsung aman dan damai,” kata Tony.

Dia bilang, rupiah paling tidak akan menguat ke level Rp 11.500 per dollar AS. “Bahkan bisa jadi malah Rp 11.300 per dollar AS,” imbuhnya.

Berdasarkan sumber litbang Kompas, tercatat jumlah sampel pemilih yang dipantau atau dihitung sebanyak 786.000 orang. Batas kesalahan atau margin of error dari hasil hitung cepat ini adalah kurang lebih 0,11 persen untuk sampel pemilih dan kurang lebih 2,2 persen untuk sampel TPS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL