pemilu4-tvoneJakarta, LiputanIslam.com– Berdasarkan perhitungan suara cepat (quick count), perolehan suara berbagai partai kontestan pemilu relatif merata. Pemenang pemilu legislatif nasional versi hitung cepat, hingga pukul 17.10 WIB, PDIP meraih suara 19,70%, Golkar 14,92%, dan Gerindra 11,80%. Total suara yang dihitung adalah 71,40%.

Oleh karena itulah, partai-partai pemenang pemilu dipastikan wajib berkoalisi. Hal ini disampaikan politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul dalam wawancara di TV One hari ini (9/4). Menurutnya, segala macam koalisi masih mungkin. Saat ditanya apakah Demokrat juga masih mungkin kembali berada dalam satu barisan koalisi dengan PKS, Ruhut menjawab sambil tertawa, “(Hubungan) dengan PKS itu benci tapi rindu.”

Meskipun hasil hitung cepat menunjukkan bahwa PDIP bisa mengusung capresnya sendiri, yaitu Jokowi, akan tetapi, sangat beresiko bagi partai ini jika tidak berkoalisi dengan sejumlah partai lainnya. Koalisi bukan hanya terkait pengamanan kemenangan Jokowi, melainkan juga terkait dengan stabilitas kinerja pemerintahan jika capres dari partai ini betul-betul terpilih sebagai presiden.

Hal yang sama juga dipastikan berlaku untuk partai lainnya, seperti Golkar, Gerindra, atau Demokrat. Namun koalisi diperkirakan akan rumit karena partai-partai seperti PAN, PKS, Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura memperoleh suara relatif merata, yaitu antara 6 hingga 9 persen. Dengan prosentase yang merata seperti itu, partai-partai itu memiliki posisi tawar yang relatif sama.(dw/tvone)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL