Jakarta, LiputanIslam.com — Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menegaskan, usulannya agar Presiden SBY kembali maju sebagai Cawapres di Pilpres 2014  bukanlah untuk mengolok-olok.

Romi 2

foto: kompas

Atau dengan maksud  merendahkan SBY yang selama 10 tahun ini telah membuktikan dirinya sebagai pecinta dan praktisi demokrasi dalam makna sejatinya. Romi menjelaskan, ada lima alasan logis sehingga dirinya menyampaikan usulan pencawapresan untuk SBY tersebut.

Alasan pertama yakni alasan ilmiah. Dari hasil sejumlah survei yang tak terpublikasi menunjukan elektabilitas SBY masih yang tertinggi di antara seluruh tokoh bangsa, yakni di antara 50 hingga 56 persen.

“Berbagai survey yang saya telaah, elektabilitas SBY antara 50-56 persen, bahkan jauh di atas kandidat tertinggi saat ini, Jokowi, yang berada pada kisaran 33 hingga 36 persen.”

Kedua, usulan tersebut dilatarbelakangi adanya kesan kebuntuan dalam mencari pasangan koalisi dari seluruh kandidat yang saat ini muncul sebagai bakal capres dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Ketiga, usulan ini juga muncul mengingat dedikasi, pengalaman, kepiawaian berpolitik dan dikenalnya seorang SBY dalam kancah dunia internasional, yang akan sangat memadai untuk menjadi seorang wapres yang membidangi urusan luar negeri.

Keempat, usulan ini juga dilatarbelakangi kemungkinan lahirnya poros keempat di luar PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Golkar. “Sehingga saya membayangkan munculnya seorang bakal capres alternatif yang sama sekali fresh (segar) di luar seluruh nama yang beredar, jika bersama dengan SBY, betul-betul akan menjadi pasangan kandidat yang sangat diperhitungkan,” kata Romi.

Dan alasan kelima, yakni karena dilatarbelakangi kebolehan konstitusi dan praktik demokrasi modern. “Seperti Rusia, yang memilih Vladimir Putin mulai dari Wakil Perdana Menteri, dua kali presiden, perdana menteri dan presiden lagi hingga saat ini. Artinya, saat rakyat memilih, apapun itu hasilnya dalam demokrasi, vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan,” tandasnya.

Menurutnya usulan itu juga dilatari adanya kesan kebuntuan dalam mencari pasangan koalisi dari seluruh kandidat yang saat ini muncul sebagai bakal capres dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

“Usulan ini juga muncul mengingat dedikasi, pengalaman, kepiawaian berpolitik, dan kedikenalan dunia internasional seorang SBY, yang akan sangat lebih dari memadai untuk menjadi seorang wapres yang membidangi sepenuhnya urusan luar negeri,” katanya Romi dalam keterangan pers yang diterima Tribun, Sabtu (26/4/2014)

Usulan ini,  juga diakuinya dilatari kemungkinan lahirnya poros keempat diluar PDIP, dan Partai Gerindra.

Namun begitu, Romi mengaku menghormati sepenuhnya tanggapan SBY atas pemikirannya dan bagi yang tidak mengikutinya secara utuh seolah-olah seperti mengolok-olok.

Apalagi, tambahnya, usulan ini kemudian direplikasi dengan tambahan tone negatif di sejumlah media sosial yang tentu diluar rentang kendali dirinya. Karena itu, Romy menghargai dan berterima kasih atas tanggapan terbuka SBY, yang sekali lagi membuktikan, beliau adalah seorang demokrat dalam arti sesunguhnya.

Romy kemudian secara khusus meminta maaf secara pribadi kepada pak SBY apabila wacana ia gulirkan menimbulkan kesan mengolok-olok atau melecehkan jabatan presiden, yang sejak semula hal itu sama sekali tidak ia niatkan.

“Seriring apresiasi yang tinggi atas sejumlah keberhasilan pembangunan, penghargaan internasional, serta dedikasi sepenuh jiwa dan hati beliau dalam mengawal demokrasi multipartai yang tidak mudah dijalani secara damai dan bermartabat di masa-masa awal. Serta salam hormat atas pengabdian yang beliau pilih pada kegiatan-kegiatan sosial pasca kepresidenan,” pungkas Romi. (ba/tribunnews.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL