zuhairiJakarta, LiputanIslam.com — Rekening sumbangan dana kampanye pasangan capres-cawapres Jokowi-JK kian gendut.  Ketua Tim Media Center pasangan nomor dua tersebut, Zuhairi Misrawi, menyebutkan, jumlah sumbangan telah melampaui Rp 100 miliar.

“Total yang masuk untuk sumbangan gotong-royong Rp108.230.538.430 ke tiga rekening Jokowi-JK,” ungkap Zuhairi, di Jakarta, Selasa, 1 Juli 2014 seperti dilansir Tribunnewscom.

Zuhairi mengatakan, penyumbang berasal dari 53.078 orang 12 perusahaan senilai  Rp 89.230.538.430. Dan sumbangan Rp 19 miliar dari partai politik.

Masyarakat yang ingin menyumbang untuk pemenangan Jokowi-JK, bisa menyalurkan melalui tiga nomor rekening, yaitu melalui BRI dengan nomor rekening 122301000172309, Bank Mandiri nomor rekening 070-00-0909096-5 dan  BCA nomor rekening 5015.500015, ketiganya atas nama Joko Widodo/ Jusuf Kalla.

Sesuai peraturan KPU, setiap donasi perlu dilengkapi nama, alamat, telepon, dan nomor identitas penyumbang. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sumbang gotong royong ini, dapat menghubungi nomor telepon (021) 57894802 atau klik www.jokowi-jk-kita.com.

Zuhairi juga mengingatkan berdasarkan UU 42/2008 tentang Pilpres pasal 96, sumbangan perseorangan tidak boleh melebihi Rp1 miliar dan sumbangan dari perusahaan tidak boleh melebihi Rp5 miliar.

Lantas kemanakah uang puluhan milyar tersebut akan dialirkan?

Tim sukses Jokowi-JK menyatakan uang tersebut akan dipakai untuk pengamanan suara di TPS dan honor saksi.

“Saya dengar kabarnya untuk dana pengamanan suara dari potensi kecurangan. Kalau masalah membagikan sampai ke level daerah kan cuma butuh 1 atau 2 hari saja. Kalau ada lebih, saya akan mengusulkan untuk kepentingan sosial saja,” kata jubir timses Jokowi-JK, Poempida Hidayatulloh kepada GATRAnews, Jumat, 27 Juni 2014.

Lebih lanjut Poempida menjelaskan dana untuk pengamanan suara di TPS termasuk honor saksi memang besar. Pada pemilu 2009 lalu ia mengklaim butuh anggaran Rp 60 milyar untuk keperluan tersebut.

“Pengamanan suara bisa dilakukan dengan penguatan atau memperbanyak saksi di level TPS. Tahun 2009 itu infonya mencapai Rp 60 milyaran,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL