indonesia-palestineJakarta, LiputanIslam.com — Debat capres ketiga, isu Palestina kembali membumbung tinggi. Sejak kemarin, heboh beredar di media sosial tentang pernyataan dubes Palestina bahwa rakyat Palestina mendukung dan mendo’akan calon Presiden nomor urut dua Joko Widodo. Benarkah demikian?

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi menegaskan pemerintah dan rakyatnya bersikap netral dan akan menghormati pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memenangkan Pilpres 9 Juli 2014.

“Referensi kami adalah pilihan rakyat Indonesia. Kami akan menghormati pilihan yang dijatuhkan rakyat Indonesia dalam Pilpres yang kami harapkan berlangsung aman, jujur dan adil,” katanya kepada Antara di Jakarta, Senin 23 Juni 2014.

Lalu, bagaimana tanggapan tentang diangkatnya isu Palestina kemarin?

Dubes Fariz mengatakan, pihaknya merasa senang dengan diangkatnya isu Palestina karena hal itu menunjukkan komitmen bangsa Indonesia yang tidak berubah sejak era Pemerintahan Presiden Soekarno.

“Namun kami tidak ingin melihat diri kami sebagai faktor yang memisahkan melainkan sebagai faktor yang menyatukan,” katanya.

Kemarin dalam debat yang mengangkat tema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional” Jokowi menyatakan dukungannya pada kemerdekaan Palestina dan keanggotaan negara berdaulat Palestina secara penuh di PBB.

Menurut Dubes Fariz, Pemerintah dan Rakyat Palestina mensyukuri dukungan kuat pemerintah, parlemen, partai-partai politik dan organisasi-organisasi kemasyarakatan, media massa serta kalangan mahasiswa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di Indonesia selama ini.

Berbagai pihak di Indonesia senantiasa mengulurkan tangan mereka, termasuk Partai Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai calon presiden, pernah memberikan donasi senilai setengah miliar rupiah ketika Israel menginvasi Gaza beberapa waktu lalu.

Di mata Dubes Fariz, dukungan dan komitmen Indonesia pada Palestina yang merdeka dan berdaulat itu tidak pernah berubah dan senantiasa kuat sejak era Pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Semua mendukung kemerdekaan Palestina. Saya berharap kebijakan ini tidak berubah. Kami pun tidak ingin isu Palestina ini menjadi isu kontroversial. Sebaliknya kami ingin isu Palestina merupakan isu yang menyatukan bukan isu yang memisahkan orang-orang Indonesia,” katanya.

Menurut Dubes Fariz, masyarakat internasional yang mendukung Palestina itu tidak hanya datang dari kalangan Muslim tetapi juga Kristiani dan pemeluk agama-agama dan kepercayaan yang lain. Mengapa demikian?

“Karena masalah Palestina ini terkait dengan isu keadilan,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL