Foto: tribunnews

Foto: tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Bertahun-tahun terjadi perang dingin antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani justru berharap agar keduanya bisa berkomunikasi kembali.

“Saya selalu mendukung dan berusaha mendoakan bahwa hal itu akan tercapai dan terjadi karena sebagai orang yang pernah memimpin republik ini hal itu sangat baik,” kata Puan, seperti dilansir Tribunnews, 15 Agustus 2014.

Puan berharap komunikasi itu terjadi dalam waktu dekat. Menurut Puan, Indonesia membutuhkan pandangan-pandangan dari tokoh-tokoh bangsa. “Republik ini masih membutuhkan bimbingan atau topangan dari senior-senior yang punya andil dan jasa pada republik ini,” ujarnya.

Menurut Puan, hubungannya dengan SBY baik-baik saja. “Saya tanpa sengaja ketemu dengan Pak SBY dan Bu Ani saat turun lift, buat kami tidak perlu ada yang dibatasi ataupun di beda-bedakan, kekeluargaan diantara kami baik. Kalau kemudian terjadi diantara Bu Mega dengan Pak SBY membuat republik renggang, tidak ada sama sekali,” kata Puan.

Lalu apakah Megawati akan hadir pada perayaan 17 Agustus di Istana Negara?

“Insya Allah,” ujarnya.

Ketegangan SBY-Mega bermula pada 10 tahun silam. Kala itu  itu SBY adalah Menko Polkam di pemerintahan Megawati, dalam Kabinet Gotong Royong. Sebelum Pemilu, SBY secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan ingin berkiprah sebagai politisi.

Surat pengunduran diri SBY pada waktu itu, ditanggapi lain oleh Megawati yang malahan menganggap langkah SBY adalah sebuah “pengkhianatan”, karena Megawati merasa ditinggalkan di tengah jalan.

Pada tahun 2004 itu juga ada ketegangan antara Taufiq Kiemas dengan SBY, karena Taufiq secara blak-blakan menuduh SBY  “sebagai Jenderal yang kekanak – kanakan”.

Pada Pilpres tahun 2004 yang pertama kalinya dipilih langsung oleh rakyat,  SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). SBY-JK  bertarung melawan Megawati  yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU. Pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh pasangan SBY-JK.

Setelahnya, berkali-kali SBY berusaha untuk melakukan komunikasi dengan Mega, tapi selalu ditanggapi dingin. Akankah setelah PDI-P kembali keluar sebagai pemenang Pileg dan Pilpres (versi KPU), akan mencairkan hati Mega? (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL