prabowo said aqil siradjCirebon, LiputanIslam.com – Calon presiden Prabowo Subianto berjanji akan senantiasa membiarkan pintu Istana Merdeka terbuka bagi kalangan Nahdliyyin apabila dia terpilih sebagai kepala negara dalam pilpres 9 Juli mendatang. Dia juga membuka “rahasia”-nya perihal Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj yang akrab dipanggil Kang Said.

Janji ini dia kemukakan di depan ribuan warga dan alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Barat. Dia juga berharap senantiasa mendapat perhatian dan petunjuk dari para ulama NU dalam memimpin negara.

“Hari ini saya besar hati dan dapat dorongan luar biasa. Saya merasa tidak akan gentar hadapi apapun. Kalau Insya Allah saya menerima mandat dari rakyat, jangan segan untuk undang saya ke sini lagi. Dan juga, yakinlah kyai-kyai NU akan selalu punya tempat di Istana Merdeka,” kata Prabowo di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/6/2014), sebagaimana diberitakan Antara.

Para kyai yang hadir dalam acara itu antara lain Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH Mustofa Sirajd (Pondok Pesantren Kempek), dan Abah Anom (Pondok Pesantren Suralaya) serta puluhan kiai se-Jawa Barat. Prabowo menyatakan peran masyarakat dan ulama NU sangat besar dalam membangun bangsa di masa depan.

Hadir pula beberapa tokoh dari kalangan ningrat Cirebon, yaitu Sultan Saladdin (Kesultanan Kanomanan Cirebon) dan Pangeran Arief (Kasepuhan Cirebon) serta Ketua PW NU Jawa Barat, Eman Sulaeman, Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Irianto MS Saifuddin, dan Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno.

Dia melangsungkan seri kampanyenya di Jawa Barat, dimulai dari pondok pesantren tersebut dan dilanjutkan ke Majalengka.

Dia mengatakan,”Bahkan saya akan buktikan, apa yang saya sudah laksanakan, setiap keputusan penting bagi negara bangsa akan saya rundingkan dengan pimpinan NU. Percayalah, NU akan jadi bagian penting dari pemerintah yang saya penting.”

Di bagian akhir orasi politiknya, dia membeberkan rahasia yang dia simpan selama ini tentang Kang Said.

“Saya kira saya buka saja ya rahasia ini… toh sudah waktunya saya buka,” katanya.

Di hadapan Kang Said yang berada di barisan depan, Prabowo menambahkan, “Waktu saya baru maju dan tidak ada bayanang siapa wakil presiden, orang yang pertama saya dekati adalah KH Said Agil Siradj. Tapi beliau tolak sampai tiga kali saya minta.”

Prabowo menilai Kang Said konsisten pada prinsipnya untuk tidak berpolitik praktis dalam menjabat Ketum PBNU.

“Tapi beliau konsekuen karena sudah punya komitmen ketua umum PBNU tidak berpolitik praktis. Saya hanya ceritakan, saya belajar pada saat itu, oh begini jadi negarawan, pemimpin itu harus menerima semua jabatan,” ungkap Prabowo, yang segera disambut riuh tepuk tangan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL