prabowo jatimJakarta, LiputanIslam.com – Calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto, hari ini, Selasa (24/6/2014), dijadwal berkampanye di Jawa Timur, termasuk Madura. Sehari sebelumnya, puluhan pendukung melakukan aksi protes di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya atas pencopotan ribuan poster Prabowo.

Wakil Ketua Bidang Penggalangan dan Kampanye, Idrus Marham, menyebutkan bahwa kunjungan Prabowo ke Jawa Timur adalah demi memenuhi harapan masyarakat provinsi ini, termasuk Madura.

“Kedatangan ini atas permintaan masyarakat di sana,” ungkap Idrus di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Selasa 24 Juni 2014, sebagaimana diberitakan Vivanews.

Menurut Idrus, di Jawa Timur Prabowo Subianto akan menghadiri apel akbar Barisan Ansor Serba Guna (Banser) serta menemui para alim ulama dalam rangka silaturrahmi menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita kan mendekati Ramadhan. Sebagai pemimpin kita harus menemui para kiai,” ujarnya.

Prabowo dan rombongan berangkat dari Jakarta menuju Surabaya pada pukul 06.00 WIB. Dari Surabaya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Mojokerto untuk bersilaturahim dengan para kiai sepuh.

Setelah itu rombongan akan bertolak ke Bangkalan, Madura untuk menghadiri apel akbar Banser Jawa Timur. Selanjutnya, Prabowo dan rombongan akan bergerak menuju Pamekasan, Madura. Kunjungan ke Madura ini akan dituntaskan dengan apel akbar dengan partai pendukung dan masyarakat. Kunjungan ke Jawa Timur kali ini akan diakhiri di Surabaya.

Sementara itu, Vivanews melaporkan puluhan pendukung Prabowo Senin malam (23/6/2014) mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya. Mereka berasal dari La Nyalla Academia Jawa Timur dan sebagian berseragam Pemuda Pancasila. Mereka datang untuk menyampaikan protes terhadap Komandan Satpol PP Kota Surabaya, Irfan, karena anak buahnya diduga telah mencopoti poster Prabowo-Hatta di Surabaya serta Blitar dan Malang.

Direktur La Nyalla Academia Agus Salim mengatakan bahwa jumlah poster yang dicopot mencapai 1.200-an lembar. Namun dia yakin pelakunya justru bukan rival mereka.

“Kami, La Nyalla Academia sebagai pendukung Prabowo, yakin bukan PDI Perjuangan yang melakukannya. Karena sejak awal, kami dan PDIP berkomitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan,” kata Agus. Dia mengaku khawatir ada gerakan tertentu yang berupaya memancing ikan di air keruh. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL