Foto: Detik.com

Foto: Detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com–Prabowo Subianto akhirnya secara resmi menyampaikan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK)  kemarin, Jumat (25/7/204). Kubu Prabowo-Hatta disebut membawa 3 bundel dokumen yang merangkum 60 alat bukti. Sidang perdana gugatan itu rencananya akan dilaksanakan pada 6 Agustus mendatang.

“UU menyatakan 3 hari paling lambat sejak pemohon tercatat sudah harus sidang pertama hari tanggal 6 Agustus 2014,” kata Panitera MK, Kasianur Sidauruk di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Sebelumnya, Sekretaris tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon menyatakan, tim pembela merah putih akan melanjutkan perjuangan membela demokrasi dengan menempuh langkah hukum ke Mahkamah Konstitusi dan DKPP. Hal ini ditempuh karena proses pelaksanaan Pilpres 2014 yang diselenggarakan KPU menurutnya bermasalah, tidak demokratis dan banyak penyimpangan maupun kecurangan.

“Indikasi pidana dilaporkan kepada Kepolisian,” jelas Fadli Zon, di Jakarta, Rabu (23/7), seperti dikutip Republika.

Sementara untuk langkah politik yang akan diambil, kubu Prabowo akan memperjuangkannya melalui gedung parlemen di Senayan. Pihaknya akan mengawal legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan maksimal. Unsur Gerindra dan koalisi parpol akan bergabung didalamnya. Meski demikian, Fadli mengimbau agar para pendukung Prabowo-Hatta tetap tenang. Dia menjamin perjuangan yang akan ditempuh tidak melanggar hukum. Kesantunan tetap harus dijunjung tinggi agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Pelaporan resmi Prabowo ke MK kemarin diwarnai pemandangan unik. Di antara ratusan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang hadir di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), tampak seorang paranormal bernama Eyang Suryo Buwono. Dia melakukan ritual doa persis di depan pintu utama Gedung MK. Dalam ritual tersebut, Eyang Suryo membawa senjata khas Jawa Barat yaitu Kujang, patung Kijang Kencana, Wayang Semar, patung Golek Kencana Ibu Bumi, dan tongkat sepanjang kurang lebih 30 cm yang ia sebut Tongkat Lawu Prabu Siliwangi.

“Saya melakukan doa di sini, saya ingin mendoakan Mas Prabowo. Saya sedih melihat kondisi bangsa ini, Mas Prabowo sudah dicurangi,” kata Eyang Suryo, sepert dikutip Liputan6.com. Pria paruh baya asal Jombang, Jawa Timur ini melakukan hal tersebut atas inisiatif sendiri dan tak dibayar oleh siapa pun. Tujuannya tak lain ingin agar para hakim MK mengabulkan gugatan pasangan Prabowo-Hatta. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL