foto: Tempo

foto: Tempo

Situbondo, LiputanIslam.com — Ditengah maraknya ponpes yang mendeklarasikan dukungan kepada salah satu calon presiden, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, memilih untuk bersikap netral.

“Kami memilih netral,” kata Sekretaris Ponpes, Achmad Fadlail, Rabu 11 Juni 2014 seperti dilansir Tempo.

Menurut Fadlail, pengasuh ponpes saat ini, KH Achmad Azaim Ibrahimy, tidak terjun ke politik praktis. Ini berbeda dengan pengasuh pondok sebelumnya, KH Achmad Fawaid As’ad, yang terlibat politik dengan menjadi Ketua DPC PPP Situbondo.

KH Achmad Azaim tidak ingin Ponpes Sukorejo yang terbesar di Situbondo ini menjadi arena pertarungan politik praktis. Meski demikian, ponpesnya tetap terbuka bila ada pasangan calon yang akan bersilaturahmi. Dia pun mengakui selama ini banyak tim sukses calon yang telah membangun komunikasi.

Pengasuh pondok, kata dia, tidak akan mengeluarkan seruan agar santri dan warga di Situbondo memilih pasangan calon tertentu. Ponpes Salafiyah Sukorejo membebaskan santrinya yang berjumlah hampir 10 ribu orang itu untuk memilih calon sesuai kehendak hatinya.

Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Rabu, 11 Juni 2014, mengundang seluruh PCNU Jawa Timur dalam halaqah nasional bertajuk “Dinamika Pemikiran Munas Alim Ulama & Muktamar NU Ke-27”. Acara itu untuk memperingati 1 abad usia Ponpes Salafiyah Sukorejo.

Di ponpes inilah pada 1984 silam berlangsung Muktamar NU ke-27 yang menghasilkan keputusan penting, yakni mengembalikan NU pada khitahnya sebagai organisasi masyarakat yang tidak berpolitik praktis. (fa/Tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL